
OJK Fasilitasi Digitalisasi Pembiayaan UMKM di Sultra
11 menit yang lalu
Perdana Menteri Singapura menyebut energi nuklir sedang dikaji serius di tengah pemangkasan ekspor gas Indonesia.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan pemerintahnya serius mengkaji potensi energi nuklir sebagai sumber listrik yang lebih bersih dan andal. Pernyataan itu disampaikan di tengah pengumuman Indonesia yang memangkas ekspor gas ke Singapura.
Wong menyampaikannya dalam pidato di konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP) pada Minggu (25/10/2026). Ia menegaskan Singapura perlu mempertimbangkan sumber energi di luar gas alam agar pasokan listrik tetap stabil.
Dikutip dari Channel NewsAsia (CNA), Wong menyatakan Singapura juga membutuhkan sumber energi yang lebih bersih untuk menyediakan listrik yang andal sepanjang waktu. Menurut dia, itulah alasan pemerintah kini mengkaji potensi energi nuklir secara serius.
Wong mengakui penggunaan energi nuklir memunculkan kekhawatiran, terutama karena Singapura merupakan negara kecil dengan kepadatan penduduk tinggi. Ia menegaskan pemerintah akan mempertimbangkan aspek keselamatan secara serius sebelum mengambil keputusan, dan menyebut keselamatan harus menjadi yang utama.
Meski demikian, Wong menilai pemerintah tidak seharusnya langsung menutup kemungkinan menggunakan suatu sumber energi hanya karena pilihan itu sulit atau kontroversial. Menurut dia, pemerintah perlu mengkaji risiko dan konsekuensi setiap pilihan secara cermat serta melibatkan masyarakat sebelum menentukan langkah untuk mengamankan kebutuhan energi pada masa mendatang.
Menurut laporan yang sama, pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia mengumumkan pemangkasan ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Wong mengatakan sebagian besar listrik Singapura saat ini masih dihasilkan dari gas alam, dan sebagian besar kebutuhan gas negara itu diimpor melalui jaringan pipa dari Indonesia.
Di tengah pengurangan pasokan tersebut, Wong berharap semua pihak menghormati komitmen dalam kontrak komersial yang telah disepakati. Ia mengatakan importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak itu.
Wong mengatakan Singapura telah mengantisipasi risiko gangguan pasokan dengan berinvestasi dalam pembangunan terminal gas alam cair (LNG). Infrastruktur itu memungkinkan Singapura mengimpor gas dari berbagai negara tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan pipa, sehingga memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatasi gangguan pasokan.
Singapura menyebut pemangkasan ekspor Indonesia mencakup kurang dari 2 persen kebutuhan gasnya dari Indonesia. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Energi dan Transisi Hilirisasi Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah Indonesia akan mengevaluasi kebijakan ekspor energi, dan membuka kemungkinan menghentikan ekspor ke negara yang dinilai tidak menghormati Indonesia.