
Toyota Produksi Hilux Hidrogen di Thailand
12 menit yang lalu
Biaya produksi beras di Indonesia disebut mencapai Rp12.000-Rp14.000 per kilogram, jauh di atas Thailand dan Vietnam.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti biaya produksi beras di Indonesia yang mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di atas biaya produksi di Thailand dan Vietnam yang berada di kisaran Rp4.000 per kilogram.
Zulkifli menyampaikan hal itu saat pembukaan pameran pertanian Agrinex di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ia menilai kesenjangan biaya produksi menjadi tantangan bagi produktivitas dan kesejahteraan petani lokal. Indonesia tercatat mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras pada 2024.
Menurut Zulkifli, rendahnya indeks pertanaman berkaitan dengan pengelolaan irigasi dan akses sarana produksi yang belum optimal. Dari 7,4 juta hektare sawah nasional, luas tanam disebut mencapai 10 juta hektare karena sebagian besar lahan hanya ditanami sekali setahun.
Zulkifli mengatakan pembagian kewenangan pengelolaan irigasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi salah satu masalah. Ia menyatakan, “Kenapa irigasi enggak diurus? Karena dibagi, aturannya ada. 1.000 hektare oleh bupati, 3.000 hektare oleh gubernur. Nah bupati gubernur kan enggak bangun irigasi, tapi bangun jalan. Akhirnya irigasinya rusak. Produksi kita kecil. Kita perbaiki,” sebagaimana dikutip ANTARA.
Ia juga menyebut alur penebusan pupuk bersubsidi yang rumit sebagai hambatan. Menurutnya, rasio penggunaan pupuk turut menentukan hasil panen.
Untuk memangkas biaya produksi dan mengatasi hambatan tersebut, Zulkifli mengatakan pemerintah melakukan reformasi regulasi dari hulu ke hilir, termasuk menyederhanakan penyaluran pupuk bersubsidi. Ia menyebut aturan yang sebelumnya berjumlah 145 dipangkas menjadi tiga melalui Peraturan Presiden, sementara penyerapan pupuk bersubsidi naik dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
ANTARA juga melaporkan pemerintah merevisi harga pembelian gabah di tingkat petani menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa persyaratan kadar air. Zulkifli menyatakan kebijakan tersebut mendorong Nilai Tukar Petani naik dari 116 menjadi 131.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.