
PSIM Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Hadapi Isenmulang
31 menit yang lalu
Pramono menyoroti infrastruktur Jakarta dan menjadikan Busan sebagai contoh pengembangan industri film.
Terbit · 1 min read

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengusulkan ibu kota Indonesia dikembangkan sebagai pusat perfilman regional saat membuka Jakarta Film Summit 2026. Menurut laporan Variety, ia menyebut Jakarta berpotensi menarik lebih banyak produksi, pekerja film, dan investor dari kawasan.
Acara itu dibuka pada Selasa (20/10/2026) di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta. Jakarta Film Commission dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) menjadi penyelenggara; kegiatan berlangsung hingga Kamis (22/10/2026).
Dalam pemaparannya, Pramono menyoroti infrastruktur, perekonomian, dan jaringan transportasi Jakarta. Ia menunjuk Busan, Korea Selatan, yang menjadi lokasi Busan International Film Festival, sebagai contoh yang dapat dipelajari Jakarta.
Pramono menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen dan inflasi 2,7 persen. Ia juga menyampaikan bahwa posisi Jakarta dalam pemeringkatan transportasi global naik dari urutan ke-17 menjadi ke-15, sementara angkutan umum kini menjangkau 93 persen kota.
Variety melaporkan lebih dari 500 peserta dari 10 negara mengikuti kegiatan tersebut, dengan 40 pembicara dalam agenda. Dua hari pertama membahas kebijakan produksi, izin syuting, insentif, pembiayaan, dan investasi.
Sesi pada Selasa membahas dukungan pemerintah terhadap produksi, termasuk pembukaan lokasi syuting di Jakarta. Panel ASEAN Film Alliance Network membicarakan pengembangan talenta, pendanaan, dan produksi bersama di kawasan; agenda Rabu (21/10/2026) dijadwalkan membahas kesiapan proyek untuk pendanaan, peran bank, serta data penonton.
Pada hari terakhir, Jakarta Scouting Day dijadwalkan membawa komisioner film dan perusahaan produksi mengunjungi lokasi potensial, termasuk Pasar Rumput, Pelabuhan Muara Angke, Kota Tua, dan Skydeck Bundaran HI. Ketua BPI Fauzan Zidni mengatakan lembaganya siap mendorong rekomendasi forum diterjemahkan menjadi kebijakan yang dirasakan pekerja film. Agenda lain, “The Two Cities”, akan mempertemukan Jakarta dan Hong Kong untuk menjajaki kerja sama.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.