
Kemnaker Tanggapi Usulan Upah Minimum 2027
9 menit yang lalu
Masiroh (42), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Indramayu, yang dikabarkan hilang di Suriah selama 22 tahun, akhirnya ditemukan dan kembali ke kampung halamannya pada Senin (29/4). Kisah kepulangannya yang penuh haru ini tak lepas dari bantuan seorang Youtuber bernama Maskani.
Terbit · 2 min read

Indramayu, KumparanNEWS - Masiroh (42), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Indramayu, yang dikabarkan hilang di Suriah selama 22 tahun, akhirnya ditemukan dan kembali ke kampung halamannya pada Senin (29/4). Kisah kepulangannya yang penuh haru ini tak lepas dari bantuan seorang Youtuber bernama Maskani.
Masiroh berangkat ke Suriah untuk bekerja sebagai TKW pada tahun 2002. Saat itu, ia baru saja lulus SMP dan memutuskan untuk bekerja ke luar negeri bersama teman-temannya demi membantu perekonomian keluarga.
Namun, takdir berkata lain. Pada tahun 2011, perang saudara meletus di Suriah. Masiroh terjebak dalam situasi kacau balau dan kehilangan kontak dengan keluarganya di Indonesia. Teman-teman TKW lainnya memilih untuk kembali ke tanah air, namun Masiroh tidak dapat mengikuti karena kehilangan paspornya.

Selama 22 tahun di Suriah, Masiroh berpindah-pindah tempat kerja dan majikan. Ia pernah bekerja tanpa gaji selama bertahun-tahun dan mengalami perlakuan tidak baik dari majikannya.
Masiroh tidak langsung melapor ke KBRI karena berbagai kendala. Ia pun memilih untuk tetap tinggal di Suriah dan berusaha bertahan hidup.
Pada Februari 2024, secercah harapan muncul bagi Masiroh dan keluarganya. Ibu Masiroh, Sopiyah, mendapatkan kabar dari seorang Youtuber bernama Maskani tentang keberadaan putrinya di Suriah.
Maskani mendapat informasi tersebut dari majikan Masiroh di Aleppo, Suriah. Saat melihat foto dan ciri-ciri yang diberikan, Sopiyah langsung yakin bahwa itu adalah Masiroh, putrinya yang telah hilang selama 22 tahun.

Setelah mengetahui keberadaan Masiroh, keluarga dan pemerintah daerah Indramayu langsung bergerak cepat untuk memulangkannya. Berbagai upaya dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan KBRI Damaskus dan BP2MI.
Akhirnya, setelah penantian panjang, Masiroh dapat kembali ke tanah air pada Senin (29/4). Kepulangannya disambut dengan sukacita luar biasa oleh keluarga, kerabat, dan tetangga.
Kisah Masiroh menjadi pengingat bagi para pekerja migran untuk selalu melapor ke KBRI jika mengalami kesulitan di negara tujuan. Masiroh juga berpesan kepada masyarakat yang ingin menjadi TKW untuk tidak tergiur oleh iming-iming pihak yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengikuti prosedur resmi.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.