
Polda Sulut Catat 370 Kejadian Karhutla
53 menit yang lalu
Melalui unggahan di Instagram, Anang memastikan bahwa kehadiran mereka dalam acara tersebut merupakan permintaan dari panitia, bukan keinginan pribadi.
Terbit · 2 min read
Anang Hermansyah dan Ashanty memberikan klarifikasi terkait penampilan mereka dalam laga Timnas Indonesia melawan Filipina di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/6).
Melalui unggahan di Instagram, Anang memastikan bahwa kehadiran mereka dalam acara tersebut merupakan permintaan dari panitia, bukan keinginan pribadi. "Kami Anang Ashanty beserta Manajemen mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada para pendukung sepakbola tanah air. Kami di sini bukan untuk menawarkan diri, tetapi diminta untuk menjadi pengisi acara pada tanggal 11," ujar Anang Hermansyah dari akun @ananghijau.
Awalnya, Anang merasa cemas karena merasa lagu-lagu mereka tidak cocok dengan suasana pertandingan sepak bola. Namun, sebagai bentuk dukungan kepada Timnas Indonesia, mereka memilih untuk menyanyi. "Karena kami sangat bangga dan mendukung Timnas Indonesia, kami menerima dan mengikuti semua aturan dan ketentuan dari panitia penyelenggara," jelas Anang.
Anang menegaskan bahwa mereka tidak dibayar untuk penampilan mereka dalam acara tersebut. Mereka diundang sebagai pendukung acara untuk menyanyikan beberapa lagu yang telah ditentukan oleh Panitia Penyelenggara dari PSSI. "Kami murni terlibat sebagai pendukung tanpa ada pembayaran sedikit pun, karena ini adalah bentuk cinta kami pada Indonesia, khususnya Tim Nasional Indonesia," tambah Anang.
Terkait pemilihan lagu, Anang mengikuti semua instruksi dari panitia. Mereka diminta untuk menyanyikan satu lagu wajib, lagu kebangsaan, dan lagu karya mereka sendiri. Lagu "Indonesia Pusaka" mereka nyanyikan saat jeda, sementara "Kebyar-Kebyar" dan "Rindu Ini" dibawakan setelah pertandingan berakhir.
Meskipun sempat ragu dengan pemilihan lagu "Rindu Ini", Anang mengaku bahwa keputusan tersebut telah diapprove oleh panitia dan dimasukkan ke dalam rundown acara. "Jadi bukan diberhentikan, tetapi kami yang meminta dihentikan karena suasana yang kami lihat tidak sesuai dengan momentum," jelasnya.
Anang juga mengakui bahwa mereka salah karena kurang mempelajari kultur dan budaya yang berlaku serta kurang memperhatikan momen yang tepat saat harus menyanyi. Mereka berharap agar diberi informasi saat pemain berada di lapangan. "Balik lagi, ini juga salah kami, yang seharusnya mempelajari kultur dan budaya apa yang harus dilakukan saat terjadi hal ini," tutupnya.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.