
Patrice Evra Ingin Lebih Sering ke Indonesia
13 menit yang lalu
BNPB memakai citra satelit untuk menghitung luas karhutla dan melaporkan penyemaian es kering.
Terbit · 1 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki metode penghitungan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan citra satelit untuk meningkatkan akurasi pemantauan titik panas. Menurut laporan ANTARA, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyampaikan langkah itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Kristomei mengatakan BNPB terus memperbaiki metode penghitungan menggunakan citra satelit sejak dirinya dilantik pada 15 Oktober 2026. Menurut laporan ANTARA, BNPB menetapkan Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat sebagai lima provinsi prioritas penanganan karhutla.
Menurut laporan yang sama, peningkatan kejadian karhutla tercatat di Sumatera Selatan dan Jambi. Kristomei menilai kenaikan di kedua provinsi tersebut belum terlalu signifikan.
Selain memperbaiki pemantauan, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai es kering untuk membantu memicu hujan di wilayah yang memerlukan penanganan karhutla. Menurut laporan ANTARA, Kristomei melaporkan 3.100 kilogram es kering telah disemai sejak 20 Oktober 2026 melalui lima sorti penerbangan.
Laporan ANTARA menyebut penyemaian khusus di Sumatera Selatan dilakukan dalam satu sorti dengan menggunakan 800 kilogram es kering. Kristomei mengatakan upaya tersebut diikuti penurunan kadar partikulat di udara serta peningkatan jarak pandang di Palembang.
Menurut laporan yang sama, jarak pandang di Palembang meningkat dari 700 meter menjadi 7.000 meter. Kristomei juga menyampaikan kadar partikulat menurun.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.