
Empat Tim Tampil di DBL Dance North Sulawesi
18 menit yang lalu
La Nina, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia, dan El Nino, yang mengakibatkan penurunan curah hujan dan kekeringan, keduanya mengalami perubahan yang signifikan akibat dari pemanasan global. Menurut Guswanto, periode kemunculan La Nina dan El Nino semakin rapat, dengan dampak yang lebih besar dari sebelumnya. Contohnya, banjir yang dulunya hanya berlangsung selama 3 hari, kini dapat berlangsung hingga 2 minggu.
Terbit · 2 min read

Fenomena pemanasan global telah menyebabkan perubahan yang lebih dramatis dalam tingkah laku El Nino dan La Nina, demikian disebut dalam laporan terbaru. Perubahan ini tercermin dalam frekuensi dan intensitas munculnya kedua fenomena tersebut.
Menurut Guswanto dalam Forum Merdeka Barat 9 pada Senin (1/4), krisis iklim yang sedang terjadi telah mempercepat periode dan memperkuat intensitas La Nina dan El Nino, yang pada dasarnya adalah anomali iklim.
La Nina, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia, dan El Nino, yang mengakibatkan penurunan curah hujan dan kekeringan, keduanya mengalami perubahan yang signifikan akibat dari pemanasan global. Menurut Guswanto, periode kemunculan La Nina dan El Nino semakin rapat, dengan dampak yang lebih besar dari sebelumnya. Contohnya, banjir yang dulunya hanya berlangsung selama 3 hari, kini dapat berlangsung hingga 2 minggu.
Sebelum masa pemanasan global yang signifikan, periode munculnya La Nina dan El Nino berkisar antara 5 hingga 7 tahun. Namun, sekarang, periode tersebut telah mengecil menjadi hanya 2 hingga 1 tahun, menurut Guswanto.
Erma Yulihastin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa pemanasan global membuat El Nino lebih sering terjadi daripada La Nina. Meskipun demikian, intensitas dan durasi El Nino tidak selalu sekuat sebelumnya, dengan peningkatan yang tidak mencapai tingkat super El Nino seperti sebelumnya.
Sementara itu, La Nina menjadi lebih kuat meskipun munculnya tidak sebanyak El Nino. Hal ini dijelaskan sebagai bagian dari mekanisme alami Bumi untuk menyeimbangkan suhu.
Rekor suhu yang terus meningkat juga menjadi dampak dari pemanasan global. Tahun 2023 mencatat rekor suhu tertinggi sekitar 1,45 derajat, yang berdampak signifikan pada lingkungan, seperti mencairnya salju di Puncak Jaya.
Perubahan ini juga memengaruhi cuaca di Indonesia, terutama pada jalur mudik di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dengan potensi hujan lebat yang perlu diwaspadai.
Prediksi menunjukkan bahwa El Nino akan beralih ke ENSO netral pada bulan April-Juni 2024, diikuti oleh kemungkinan La Nina pada Juni-Agustus 2024.
Perubahan cuaca yang terjadi saat ini adalah bagian dari dampak yang lebih luas dari perubahan iklim, yang membutuhkan adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk menghadapinya.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.