
Pakar ITS Ingatkan Risiko Gelombang Panas
39 menit yang lalu
Jokowi sudah berada di kubu yang berlawanan dengan PDIP dalam Pilpres 2024, menyatakan mustahil bagi Jokowi untuk tetap menjadi bagian dari PDIP.
Terbit · 1 min read

JAKARTA - Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komaruddin Watubun, kembali menyoroti status Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, di internal partai.
Menurutnya, Jokowi sudah berada di kubu yang berlawanan dengan PDIP dalam Pilpres 2024, menyatakan mustahil bagi Jokowi untuk tetap menjadi bagian dari PDIP.
"Ah, orang sudah di sebelah sana, bagaimana mau dibilang masih bagian dari PDI Perjuangan, yang benar saja!" ungkap Komaruddin di kantor DPP PDIP, Senin (22/4).
Komaruddin juga mengomentari status Gibran yang belum jelas setelah menjadi cawapres Prabowo. Dia menyatakan bahwa Gibran bukan lagi kader Banteng.
"Gibran itu sudah bukan kader partai lagi, saya sudah bilang sejak dia ambil putusan itu [maju cawapres]," katanya.
Komaruddin menambahkan bahwa Gibran telah berbohong dua kali untuk tetap bertahan di partai. Pertama, Gibran berjanji kepada dirinya dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk tetap bertahan di partai, namun ternyata tidak memenuhi janji tersebut.
Kedua, Gibran berbohong kepada Megawati setelah ditanya apakah akan keluar atau bertahan di PDIP.
"Kemudian yang di sekolah partai, itu juga ada kan rekaman. Itu kan Ibu tanya Mas Gibran sama Bobby [Nasution], mau tetap di sini apa berpindah partai. Mas Gibran sendiri maju ke mimbar lalu disampaikan waktu itu tetap bersama PDI Perjuangan," jelas Komaruddin.
Komaruddin menambahkan bahwa tindakan Sekjen PDIP yang memperjelas bahwa Gibran bukan lagi bagian dari partai dianggap berbahaya oleh beberapa pihak, padahal menurutnya yang sebenarnya berbahaya adalah tindakan Gibran sendiri.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.