
Asisten Pelatih Smart Tetap Dampingi Tim
1 jam yang lalu
Pelaku usaha ketoprak di Bengkulu Selatan mengembangkan usahanya dengan KUR BRI senilai Rp25 juta.
Terbit · 1 min read

Ardi Yulianto, pelaku usaha mikro asal Kelurahan Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengembangkan usaha ketoprak warisan orang tuanya dengan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, menurut laporan Manado Post.
Ardi menuturkan, ia meneruskan usaha yang dirintis orang tuanya sejak 1990-an dan telah berjualan dengan gerobak selama 10 tahun. Pada 2017 ia memperoleh KUR BRI sebesar Rp25 juta yang dimanfaatkan, antara lain, untuk menyewa warung sebagai tempat berjualan tetap.
Menurut Ardi, pembeli kini dapat langsung datang ke warung, dan usahanya juga memakai layanan pembayaran digital QRIS BRI. Ia menyebut Mantri BRI mendampinginya, mulai dari pengajuan KUR hingga arahan untuk usaha.
Riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM" terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI mencatat bahwa 66,2 persen debitur mengalami peningkatan omzet dan 45,9 persen responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5-15 persen.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR menunjukkan komitmen BRI mewujudkan Asta Cita, khususnya pilar lapangan kerja berkualitas dan kewirausahaan. "Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar," ujar Akhmad.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.