
Pakar ITS Ingatkan Risiko Gelombang Panas
39 menit yang lalu
Corporate PR & Promotion Manager Mustika Ratu, Mega Angkasa, mengonfirmasi rencana pemakaman ini, yang akan dilaksanakan pada Rabu siang.
Terbit · 1 min read

JAKARTA - Pendiri Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo, akan disemayamkan dan dimakamkan di Tapos, Bogor, Jawa Barat, sebagai penghormatan atas warisan dan pengabdian dalam industri kecantikan dan kesehatan.
Corporate PR & Promotion Manager Mustika Ratu, Mega Angkasa, mengonfirmasi rencana pemakaman ini, yang akan dilaksanakan pada Rabu siang.
Jenazah Mooryati Soedibyo disemayamkan di rumah duka di Jl. Mangunsarkoro no 69, Jakarta Pusat, Menteng, sebelum berangkat ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tapos, Bogor.
Mega Angkasa menyampaikan informasi ini kepada ANTARA, menegaskan bahwa prosesi pemakaman akan dimulai setelah Ba'da Dzuhur.
Kabar meninggalnya Mooryati Soedibyo juga telah dikonfirmasi oleh Putri Kus Wisnu Wardani, anak dari almarhum.
Mooryati meninggal dalam usia 96 tahun di Jakarta Pusat, meninggalkan lima orang anak, yaitu Djoko Ramiadji, Putri Kus Wisnu Wardani, Dewi Nurhandayani, Haryo T. Baskoro, dan Yulita Warastuti.
Almarhumah Mooryati Soedibyo adalah cucu dari Raja Kasunanan Surakarta Paku Bowono X dan pendiri Mustika Ratu pada tahun 1978.
Selama bertahun-tahun, Mustika Ratu telah menjadi produsen terkemuka produk kecantikan dan kesehatan yang dipasarkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.
Selain itu, Mooryati Soedibyo dikenal sebagai pendiri Yayasan Puteri Indonesia dan pencetus kontes kecantikan Puteri Indonesia, sebuah acara tahunan sejak tahun 1992.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2004-2009.
Mooryati Soedibyo diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia dan dijuluki sebagai "Empu Jamu".
Prestasinya juga mencakup masuknya namanya dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia pada tahun 2007.
Meninggalnya Mooryati Soedibyo merupakan duka yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga dan Mustika Ratu, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia yang menghargai kontribusinya dalam industri dan pembangunan bangsa.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.