
117 Kampung di Sangihe Pilih Kapitalaung
2 jam yang lalu
Polres Tomohon telah mengonfirmasi pemeriksaan terhadap seorang lelaki berinisial KR terkait kasus kematian tiga warga Leilem, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang diduga akibat mengkonsumsi minuman keras bermetanol.
Terbit · 1 min read

TOMOHON - Polres Tomohon telah mengonfirmasi pemeriksaan terhadap seorang lelaki berinisial KR terkait kasus kematian tiga warga Leilem, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang diduga akibat mengkonsumsi minuman keras bermetanol.
KR, yang merupakan penyuplai cap tikus di wilayah Leilem, diduga memasok minuman tersebut dari wilayah Minahasa Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tomohon, AKBP Lerry Tutu, pada Sabtu (4/5/2024) pagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, KR mengakui memperoleh minuman cap tikus dari Minahasa Selatan dan menjualnya di beberapa warung di wilayah Minahasa, termasuk Leilem.
Meskipun demikian, untuk memastikan apakah minuman tersebut mengandung metanol, perlu menunggu hasil laboratorium.
Kapolres menyatakan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Kesehatan Minahasa dan sampel telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di wilayah Leilem Raya, tiga warga meninggal dunia setelah mengkonsumsi miras jenis cap tikus sebelumnya. Kejadian serupa juga terjadi di Kawangkoan, di mana tujuh warga meninggal setelah mengkonsumsi minuman serupa dan dirawat di rumah sakit.
Untuk memastikan penyebab kematian, diperlukan keterangan ahli dan otopsi, sesuai dengan yang diungkapkan oleh Kapolres Tomohon.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.