
Atraksi Akrobat International Show Spectacular 2026 di Tiga Summarecon Mall
1 jam yang lalu
SIMFONI PPA mencatat 4.372 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Utara pada 2021–2025. Gubernur Yulius Selvanus meminta angka tersebut dipahami sebagai persoalan yang menyangkut manusia, keluarga, masa depan, dan harapan.
Terbit · 1 min read

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Ranperda PPPA) di DPRD Sulawesi Utara berlangsung di tengah tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data SIMFONI PPA mencatat 4.372 korban di provinsi itu sepanjang 2021 hingga 2025.
Hingga 17 Oktober 2026, UPTD PPA Sulut telah menangani 190 korban baru. Jumlah tersebut terdiri atas 59 perempuan dan 131 anak.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan perhatian terhadap data itu saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Senin (19/10/2026). Ia mengingatkan legislator dan para pemangku kepentingan agar tidak memandang angka korban sebagai statistik semata.
“Angka tersebut tentu tidak boleh hanya kita lihat sebagai statistik semata. Di balik setiap angka terdapat manusia, terdapat keluarga, terdapat masa depan, dan terdapat sebuah harapan,” ujar Yulius.
Ranperda yang merupakan inisiatif DPRD Sulut itu diharapkan menjadi langkah konkret untuk menangani kekerasan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta perkawinan anak di Sulawesi Utara. Rancangan tersebut membahas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

1 jam yang lalu

1 jam yang lalu

2 jam yang lalu
Download the Hive app for live alerts and offline reading.