
Atraksi Akrobat International Show Spectacular 2026 di Tiga Summarecon Mall
1 jam yang lalu
Kawasan Tangkoko di Bitung menjadi habitat tarsius, primata kecil nokturnal yang dikenal dengan mata besar dan kemampuan melompatnya. Perlindungan hutan penting untuk menjaga kelangsungan hidup satwa khas Sulawesi Utara ini.
Terbit · 1 min read

Tarsius menjadi salah satu satwa khas Sulawesi Utara yang lekat dengan Kota Bitung. Primata kecil ini hidup di kawasan hutan Tangkoko, wilayah konservasi yang dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi beragam satwa endemik Sulawesi.
Tarsius bukan primata yang hanya berasal dari Kota Bitung, melainkan bagian dari keanekaragaman hayati Sulawesi. Namun, keberadaannya di Tangkoko membuat satwa ini menjadi salah satu kekayaan alam yang identik dengan Bitung.
Satwa ini aktif pada malam hari. Matanya yang besar membantu melihat dalam kondisi minim cahaya, sementara kaki belakangnya yang panjang mendukung gerak melompat di antara pepohonan. Makanan utamanya meliputi serangga dan hewan kecil lainnya.
Sebagai satwa liar, tarsius bergantung pada lingkungan hutan yang menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan. Kerusakan atau gangguan habitat dapat mengancam kelangsungan hidupnya, sehingga menjaga kawasan hutan menjadi bagian penting dari upaya konservasi.
Keberadaan tarsius juga menjadi pengingat bahwa wisata alam perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Pengunjung dapat membantu dengan mengikuti aturan kawasan, tidak mengganggu satwa, serta menjaga kebersihan dan kelestarian habitatnya.

1 jam yang lalu

1 jam yang lalu

2 jam yang lalu
Download the Hive app for live alerts and offline reading.