
BPS Catat Pengeluaran Riil Tertinggi di Jakarta
13 menit yang lalu
Permintaan mobil hibrida menopang laba Toyota, yang juga menaikkan proyeksi laba tahunannya.
Terbit · 1 min read

Toyota mencatat kenaikan laba operasional sebesar 34 persen menjadi 1,13 triliun yen (Rp129,45 triliun) pada periode Juli hingga September 2026. Menurut laporan CNN Indonesia, permintaan global terhadap mobil hibrida menjadi pendorong di tengah pelemahan nilai tukar yen.
Kinerja tersebut tercatat pada periode Juli hingga September 2026. Laporan CNN Indonesia terbit Jumat (6/11/2026); tanggal pengumuman hasil keuangan tidak disebutkan secara terpisah.
Capaian Toyota melampaui estimasi rata-rata analis, yang memproyeksikan laba operasional sebesar 992 miliar yen. Perusahaan kemudian menaikkan proyeksi laba tahunan sebesar 15 persen menjadi 3,9 triliun yen (Rp446,78 triliun) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret mendatang.
Menurut laporan yang sama, strategi Toyota yang berfokus pada teknologi hibrida membantu perusahaan mempertahankan pangsa pasar, terutama di Amerika Serikat. Pendekatan itu dinilai lebih adaptif dibandingkan investasi besar pada kendaraan listrik murni, saat pertumbuhan pasar kendaraan listrik global melambat.
Toyota juga menghadapi persaingan dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok serta penurunan penjualan di Timur Tengah dan Tiongkok. Kepala Keuangan Toyota, Yoichi Miyazaki, mengatakan perusahaan telah menghentikan penurunan pangsa pasarnya di Tiongkok dan mulai merebut kembali sebagian posisi.
Perusahaan melakukan efisiensi dan memperluas penetrasi penjualan untuk menekan dampak perubahan harga bahan baku serta situasi geopolitik. Kepala Akuntansi Toyota, Takanori Azuma, menyatakan perusahaan berupaya mengimbangi dampak situasi di Timur Tengah dan kenaikan harga bahan baku melalui penjualan dan pengurangan biaya.
Toyota juga mengumumkan rencana membentuk unit bisnis robotika baru. Unit tersebut direncanakan memasok kebutuhan manufaktur dan industri lain sebagai salah satu pilar pertumbuhan perusahaan.
Laporan CNN Indonesia menyebut kinerja yang melampaui ekspektasi turut mendorong kenaikan harga saham Toyota. Kenaikan harian itu disebut sebagai yang tertinggi sejak 1987.