
Danantara Manfaatkan Aset BUMN untuk 12 Kota
55 menit yang lalu
Albanese menilai Indonesia dapat berperan dalam pembentukan multilateralisme baru di PBB dan berharap Indonesia bergabung dengan Kelompok Den Haag.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA Manado, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, menilai Indonesia dapat mengambil peran utama dalam membentuk multilateralisme baru di PBB.
Albanese menyampaikan penilaian itu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam. Amnesty International mengadakan acara bersama Albanese di Jakarta pada Rabu (21/10/2026) dengan tema “Mendukung perlawanan orang Palestina di tengah genosida.”
Albanese menilai PBB tidak cukup kuat dan vokal selama genosida terjadi di Gaza. Menurutnya, keterlibatan PBB yang dinilai lemah dalam isu Gaza mencerminkan krisis multilateralisme.
Ia berpendapat bahwa Gaza telah menjadi batu sandungan yang menyebabkan seluruh sistem tersebut runtuh. Albanese menyerukan pembaruan multilateralisme yang, menurutnya, perlu didekolonisasi.
Albanese juga mengatakan prinsip-prinsip negara-negara di belahan bumi selatan semakin dibutuhkan. Ia mencontohkan Ubuntu, prinsip yang lahir dari pengalaman dekolonisasi di Afrika Selatan dan menekankan keterhubungan antarmanusia.
Menurut Albanese, prinsip Bhinneka Tunggal Ika memperkuat keyakinannya bahwa multilateralisme tetap diperlukan. Ia menilai negara seperti Indonesia dapat berperan penting dalam mendorong kerja sama global.
Indonesia mengumumkan pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 dalam Sidang Umum ke-81 Majelis Umum PBB di New York pada 26 September 2026. Pencalonan itu membawa komitmen “Membina Persatuan, Memajukan Perdamaian”.
Albanese menyebut Kelompok Den Haag sebagai titik awal diskusi mengenai bentuk multilateralisme baru dan berharap Indonesia bergabung. Acara di Jakarta dibuka dengan sambutan Marzuki Darusman, mantan Jaksa Agung RI periode 1999–2001, pendiri Pusat Sumber Daya Hak Asasi Manusia untuk ASEAN, serta Ketua Misi Pencari Fakta Independen PBB untuk Myanmar pada 2017.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.