
Pattinson dan Hoult Ikuti Audisi James Bond
1 jam yang lalu
Penghargaan bagi rakyat Iran yang diterima Pahlavi menuai protes dan kritik.
Terbit · 1 min read

Reza Pahlavi, putra mantan raja Iran Mohammed Reza Pahlavi, menerima Freedom Prize di Frankfurt, Jerman. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, penghargaan itu diberikan untuk rakyat Iran, tetapi dinilai sejumlah pihak tidak tepat.
Penghargaan diberikan pada Sabtu (7/11/2026). Pemberinya adalah Yayasan Friedrich Naumann, kelompok aktivis yang dekat dengan FDP Jerman. Pahlavi berpidato di Gereja St. Paul, Frankfurt.
Dalam pidatonya, Pahlavi menyampaikan bahwa rakyat Iran tidak perlu diajari demokrasi, tetapi terhalang untuk menjalankannya. Ia mengatakan rakyat yang siap mati demi hak memilih bersedia menggunakan hak pilih mereka.
Laporan yang sama menyebutkan protes antipemerintah meletus di Iran pada akhir 2025. Operasi pasukan keamanan yang merespons protes itu disebut menewaskan puluhan ribu orang.
Pahlavi berbicara tentang keluarga korban tewas, beberapa di antaranya hadir di aula. Ia mengatakan orang-orang yang hadir paling memahami arti kata kebebasan.
Pahlavi menyatakan senang menerima penghargaan itu dan menganggapnya sebagai amanat.
Penerimaan penghargaan itu menuai kritik karena dukungan Pahlavi kepada Israel dan anggapan bahwa ia belum cukup menjauhkan diri dari pemerintahan otokratis ayahnya. Sahar Sanaie, juru bicara Perhimpunan Warga Jerman-Iran di negara bagian Hesse, mengatakan sekitar 200 orang menandatangani surat protes. Para penandatangan menganggap penghargaan itu sebagai simbol kediktatoran masa lalu.
Cabang Frankfurt dari perhimpunan tersebut memboikot acara itu. Mereka beralasan Pahlavi tidak dapat dianggap sebagai perwakilan sah rakyat Iran.