
BEI NTT Dorong Pertumbuhan Investor Muda
12 menit yang lalu
Pembalap Ferrari itu menyerukan pembebasan Palestina, Kongo, Sudan, dan Suriah di tengah sorotan atas rencana GP Afrika.
Terbit · 1 min read

Pembalap Ferrari Lewis Hamilton menyerukan pembebasan Palestina, Kongo, Sudan, dan Suriah dari panggung Formula 1 (F1). Menurut laporan CNN Indonesia yang merujuk MotorBiscuit.com, seruan itu ia sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan global.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela persiapan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat. Waktunya menyusul pengumuman resmi GP Afrika pada awal 2030-an.
Menurut laporan yang sama, juara dunia tujuh kali itu menilai agenda olahraga tidak boleh mengabaikan berbagai konflik sosial dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sedang berlangsung.
"Saya pikir kita perlu memastikan bahwa kita terus mendorong untuk membebaskan Kongo, membebaskan Sudan, membebaskan Suriah, membebaskan Palestina. Saya berharap ada banyak perdamaian yang pada suatu saat nanti bisa kita capai," kata Hamilton.
Pernyataan itu muncul ketika penunjukan Rwanda mendapat sorotan dari kelompok hak asasi manusia Amnesty International. Menurut laporan tersebut, Rwanda disorot atas dugaan keterlibatan militer dan pelanggaran HAM dalam konflik di wilayah Republik Demokratik Kongo.
Hamilton menegaskan bahwa kehadiran ajang F1 di Afrika tidak boleh mengalihkan perhatian publik dari persoalan penting di wilayah tersebut. Ia juga mendorong masyarakat dunia lebih aktif mempelajari sejarah panjang dan dinamika politik benua itu.
"Tentu saja pergi ke sana bukan berarti kita mengabaikan hal-hal yang sedang terjadi di sana. Jadi, mudah-mudahan banyak orang mulai mengedukasi diri mereka sendiri tentang apa yang terjadi di sana," ujar Hamilton.
Pembalap berusia 41 tahun itu mengaku telah bertahun-tahun mengadvokasi kembalinya balapan F1 ke benua Afrika. Menurut laporan tersebut, ia telah melakukan banyak pertemuan dengan CEO F1 Stefano Domenicali dan para pemimpin negara di Afrika untuk mewujudkan agenda itu.
"Saya telah mengadvokasi balapan di Afrika selama bertahun-tahun. Saya melakukan rapat yang tidak terhitung jumlahnya dengan para pemangku kepentingan, termasuk pertemuan dengan Stefano maupun panggilan telepon dengan presiden dari berbagai negara," tuturnya.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.