
Volkswagen ID. Unyx 09 Resmi Dipasarkan di China
13 menit yang lalu
Isyana/Rinjani menjuarai Kudus Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Thailand dua gim langsung.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine menjuarai Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Mereka mengalahkan pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakom Tungkasatan dua gim langsung, 21-15 dan 21-17, di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Minggu (25/10/2026).
Menurut laporan yang sama, kemenangan itu menjadi pencapaian penting karena gelar diraih di hadapan publik sendiri. Isyana/Rinjani menjadi salah satu tumpuan wakil putri Indonesia di turnamen BWF World Tour Super 100 tersebut setelah wakil putri lainnya gugur di semifinal.
Seusai pertandingan, Isyana mengatakan kunci kemenangan mereka adalah bermain penuh keyakinan dan menikmati pertandingan tanpa terbebani target juara. "Tadi permainan kami lebih main yakin saja, mau menikmati pertandingan. Mungkin karena ini satu langkah lagi, kita enggak mau mikirin mau juara. Kita mau mikirin cara main saja, bagaimana di lapangannya," ujar Isyana didampingi Rinjani.
Menurut Isyana, pasangan Thailand tampil cukup baik, terutama pada awal gim pertama. Namun, Isyana/Rinjani mampu memanfaatkan momentum ketika lawan mulai kehilangan poin dan konsistensi permainannya menurun.
Isyana menjelaskan, pada akhir gim pertama mereka mampu memperlebar keunggulan setelah melihat lawan kehilangan momentum. Situasi serupa terjadi pada gim kedua ketika kedua pasangan saling mengejar perolehan poin.
Ia mengakui pertandingan itu menuntut ketahanan mental karena lawan tampil tanpa beban dan berambisi mengalahkan wakil tuan rumah. "Itu jangan sampai menjadi bumerang bagi kita sendiri. Jadi, kita juga lebih adu mental dan tahan," ujarnya.
Rinjani mengatakan pelatih Nitya Krishinda Maheswari Korwa meminta keduanya bermain dengan keyakinan dan percaya pada kemampuan masing-masing sebelum pertandingan. "Bermain yakin saja, percaya diri sama pukulannya masing-masing. Apa yang mau dibuat, yakin saja sama pukulannya," ujar Rinjani.
Gelar di Kudus menjadi juara kedua Isyana/Rinjani pada turnamen level Super 100. Sebelumnya, mereka juara di India pada 2025. Rinjani menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan suporter di arena, orang tua yang hadir, pasangan bermain, dan tim pendukung, termasuk tim gizi dan fisioterapi.