
Birufinery Asal RI Menang Kompetisi Wirausaha di China
11 menit yang lalu
Ganda putri Isyana/Rinjani melaju ke final Kudus Indonesia Masters 2026 setelah menang dua gim atas wakil Korea Selatan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Moon In Seo/Park Seul dalam dua gim langsung.
Semifinal berlangsung di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026). Isyana/Rinjani menang dengan skor 21-12, 21-19 dan memastikan tempat di partai puncak turnamen BWF World Tour Super 100 tersebut.
Hasil itu menjadikan Isyana/Rinjani satu-satunya wakil Indonesia dari sektor putri yang berhasil mencapai final.
Seusai pertandingan, Isyana mengakui kemenangan pada gim pertama diraih relatif mudah karena kondisi angin yang menguntungkan permainan mereka. Pada gim kedua, menurut laporan yang sama, pasangan Korea Selatan tampil lebih siap sehingga Isyana/Rinjani harus mengubah pola permainan untuk mengatasi perlawanan lawan.
"Antisipasinya dengan menjaga bola-bola datar lawan karena sebelumnya kami memainkan bola-bola datar dan itu lebih enak. Namun, pada gim kedua, lawan lebih siap sehingga kami mengubah pola dengan bermain satu-satu terlebih dahulu. Setelah merasa nyaman, baru melancarkan serangan," kata Isyana.
Isyana menjelaskan bahwa permainan menyerang menjadi strategi yang lebih efektif untuk mengumpulkan poin dibandingkan terlalu sering mengangkat bola. "Karena dari tadi kalau kami menyerang, lebih banyak poinnya daripada kalau terlalu banyak membuka permainan," ujarnya.
Pada final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026), Isyana/Rinjani akan menghadapi pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan. Isyana mengaku belum pernah menghadapi pasangan tersebut, sedangkan Rinjani pernah bertemu salah satu pemain Thailand itu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia (AJC), saat keduanya bermain dengan pasangan berbeda.
Menurut Rinjani, pola permainan pasangan Thailand tidak jauh berbeda dengan mereka karena sama-sama mengandalkan kemampuan bermain di depan maupun belakang lapangan. "Pola mainnya hampir sama dengan kami. Mereka cukup dominan untuk bermain di depan maupun belakang. Hal terpenting adalah keyakinan kami saja besok bisa menang," kata Rinjani.
Rinjani juga menyampaikan terima kasih kepada penonton di Kudus yang terus memberikan dukungan selama pertandingan, yang menurutnya menambah semangat mereka. Isyana/Rinjani berharap dapat mempertahankan penampilan terbaik pada final sekaligus meraih gelar juara di hadapan pendukung bulu tangkis Indonesia.