
Festival Kuliner Diharapkan Dorong UMKM Jakarta
10 menit yang lalu
Kholidin meraih dua medali di Asian Para Games 2026 dan menjaga latihan untuk mempertahankan kepekaan bidikannya.
Terbit · 1 min read

Atlet para panahan Indonesia Kholidin meraih medali perak dan perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Menurut laporan ANTARA, ia bertanding di Okazaki, Jepang, dan menyebut latihan rutin penting untuk menjaga kepekaan bidikannya.
Kholidin meraih perunggu bersama Setiawan dalam nomor recurve ganda putra setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan dengan skor 6-0 pada Jumat (23/10/2026) pagi. Pada sore harinya, ia meraih perak bersama Noviera Ross di nomor recurve beregu campuran setelah kalah 1-5 dari pasangan China pada final.
Pada pertandingan Sabtu (24/10/2026), Kholidin menempati posisi keempat nomor recurve individu putra. Ia kalah 2-6 dari pemanah China, Yun Duo, dalam perebutan medali perunggu.
Kholidin memegang busur dengan satu tangan dan menarik serta melepaskan tali busur menggunakan gigi dengan bantuan alat khusus. Teknik itu dikembangkannya setelah kecelakaan pada 2017 yang menyebabkan salah satu tangannya diamputasi.
Ia mulai mengenal panahan pada 2016 dan kembali berlatih tidak lama setelah kecelakaan. Menurut Kholidin, jeda latihan tiga hari hingga seminggu dapat mengubah kepekaan yang diperlukan untuk membidik.
Dalam masa latihan intensif, Kholidin dapat melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah sehari, bahkan mencapai 600 pada fase latihan puncak. Ia juga tetap berlatih saat pulang ke Jakarta, selain sesekali mengajar di klub panahan atau memberikan pelatihan privat.
Sebelum bergabung dengan pemusatan latihan nasional, Kholidin membagi waktu antara berdagang bubur pada pagi hari dan berlatih pada sore hari. Kini usaha tersebut lebih banyak dipercayakan kepada keluarganya.
Kholidin mengatakan pengalaman bertanding di luar negeri, termasuk di Thailand, Korea Selatan, China, dan India, membantunya menghadapi tekanan. Setelah gagal meraih medali di Asian Para Games Hangzhou 2022, ia memperoleh satu perak dan satu perunggu di Nagoya; ia masih ingin meraih emas Paralimpiade dan membina atlet muda melalui klub panahan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.