
Kemenkes Bantah Narasi Menkes Sesak Napas
14 menit yang lalu
Pramono mengapresiasi ketertiban JRF, dukungan penonton, dan pengalaman peserta dalam lomba di Jakarta.
Terbit · 1 min read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai Jakarta Running Festival (JRF) dapat menjadi contoh penyelenggaraan lomba lari di Indonesia. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan penilaian itu saat pelepasan bendera Jakarta Marathon 2026 di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Pramono mengatakan JRF berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari peserta serta masyarakat di sepanjang rute.
Menurut Pramono, JRF layak menjadi acuan bagi lomba maraton, lari setengah maraton, serta lari 10 kilometer dan 5 kilometer di Indonesia.
Ia menyebut sejumlah orang meminta berfoto bersama dan menyampaikan apresiasi terhadap kualitas udara serta ketertiban acara. Pramono juga mengapresiasi penonton yang memberi semangat kepada pelari selama lomba.
Pramono menyebut sorak dukungan penonton sepanjang jalan tidak berhenti dan menilainya luar biasa. Menurut dia, dukungan penonton menjadi salah satu faktor yang membuatnya menikmati perlombaan meski harus menyelesaikan rute 10 kilometer.
Pramono menuntaskan kategori 10 kilometer dalam satu jam 49 menit. Waktu itu belum melampaui rekor pribadinya, yakni satu jam 32 menit.
Ia juga menyebut angka kualitas udara yang terpantau saat pelepasan maraton berada di kisaran 65–66, sedangkan saat kategori 10 kilometer dimulai sekitar 81. Menurut laporan ANTARA, kenaikan angka itu mendekati kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dan terjadi akibat polusi yang mulai terakumulasi seiring terbitnya matahari serta meningkatnya mobilitas di sekitar kota.
Pramono berharap JRF menjadi contoh bagi kegiatan olahraga di daerah lain, terutama dalam ketertiban dan pengalaman peserta.