
Musim Mas Rampungkan Program Petani di Subulussalam
11 menit yang lalu
Shin Tae-yong menilai bakat muda Indonesia perlu ditopang sistem pembinaan dan pelatih usia dini yang berkualitas.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA Manado, mantan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menekankan pentingnya sistem pembinaan berkelanjutan dan peningkatan kualitas pelatih usia dini untuk mengembangkan potensi pesepak bola muda Indonesia.
Shin menyampaikan hal itu di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026), saat menghadiri pembukaan turnamen Blispi Youth Cup V 2026 di Stadion Wibawa Mukti. Turnamen tersebut memperebutkan Piala Ketua DPD RI.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola. Namun, potensi tersebut perlu ditopang sistem pembinaan yang baik dan peningkatan kualitas pelatih usia dini," kata Shin.
Menurut laporan yang sama, pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan pemain muda berbakat harus didukung pelatih yang mampu memberikan pendampingan secara tepat dan terukur. Pendampingan itu diperlukan untuk membangun fondasi sepak bola yang kuat, dan ia menilai pembinaan pemain muda masih memerlukan upaya lebih besar agar perkembangannya berkelanjutan.
Shin juga menyoroti pentingnya keterlibatan para mantan pemain nasional dalam pembinaan usia dini. "Kita bisa lihat di sini hari ini ada banyak legenda sepak bola Indonesia yang hadir. Jika para legenda sepak bola ini bisa banyak mendidik dan membina para pemain muda, sebenarnya fondasi kita akan menjadi lebih kokoh," katanya.
Ia turut mengapresiasi dukungan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin terhadap pengembangan sepak bola usia muda. "Dukungan Ketua DPD Pak Sultan diperlukan untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia," ujarnya.
Shin menyatakan bersedia membantu pengembangan talenta muda melalui program pendampingan dan pembinaan. Salah satu bentuknya adalah memfasilitasi kesempatan berlatih di Korea Selatan bagi 18 pemain terbaik dari turnamen tersebut.
Blispi Youth Cup V 2026 digagas Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) dan berlangsung pada 25-28 Oktober 2026. Turnamen itu diikuti 2.150 pesepak bola muda dari 74 tim di kelompok usia U-10, U-12, U-14, dan U-16.