
Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta hingga September
1 jam yang lalu
Laporan mengulas zat kimia yang dikaitkan dengan euforia, ikatan emosional, dan respons tubuh saat berciuman.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia yang terbit Senin (9/11/2026), ciuman melibatkan reaksi kimia otak yang kompleks dan dapat berkaitan dengan rasa senang serta ikatan emosional. Laporan itu merangkum sejumlah zat kimia yang disebut muncul ketika seseorang berciuman.
Salah satunya dopamin, yang dikaitkan dengan sensasi euforia dan dorongan untuk mengulangi pengalaman berciuman. Laporan tersebut membandingkannya dengan dopamin yang muncul saat seseorang menikmati cokelat, memenangkan uang, atau menjelajahi media sosial.
Laporan itu juga membahas oksitosin, yang kerap disebut sebagai hormon ikatan. Zat tersebut dikaitkan dengan perasaan terhubung dan kepercayaan, selain dilepaskan dalam proses melahirkan dan menyusui.
Serotonin disebut berperan dalam suasana hati, termasuk perasaan bahagia, tenang, dan puas. CNN Indonesia menyajikan zat ini sebagai bagian dari respons tubuh yang dapat menyertai pengalaman berciuman.
Laporan CNN Indonesia mengaitkan pelepasan adrenalin dan nonadrenalin dengan jantung berdegup kencang, telapak tangan berkeringat, serta rasa gugup dan antusias saat menantikan ciuman.
Laporan yang sama menyebut ciuman dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang dikaitkan dengan stres. Penurunan kadar kortisol itu disebut berkaitan dengan berkurangnya rasa cemas.
Pembahasan dalam laporan tersebut berfokus pada reaksi tubuh, bukan makna romantis ciuman. CNN Indonesia menyebut ciuman bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga melibatkan aktivitas kimia tubuh.