
Liverpool Menang 3-1 atas Crystal Palace
20 menit yang lalu
Fosil dua gigi mengungkap hewan pengerat purba yang diperkirakan berbobot sekitar 30 kilogram.
Terbit · 1 min read

Para ilmuwan mengidentifikasi tikus purba raksasa yang diperkirakan berbobot sekitar 30 kilogram dan pernah hidup di Thailand selatan. Menurut laporan CNN Indonesia, identifikasi itu dilakukan berdasarkan dua fosil gigi.
Gigi tersebut ditemukan pada 2004 di sebuah tambang batu bara di Provinsi Krabi. Penelitian atas temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada Rabu (4/11/2026).
Pannipa Tian, ahli geologi yang menemukan gigi itu, mengatakan ia semula mengira fosil tersebut tulang karena ukurannya besar. Ia kemudian menunjukkan temuannya kepada atasannya.
Pannipa mengatakan kepada AFP, “Awalnya, saya kira itu tulang. Saya menunjukkannya kepada atasan saya, yang mengatakan itu adalah gigi tikus raksasa.”
Lebih dari dua dekade setelah penemuan, peneliti dari Thailand, Prancis, dan Kanada menganalisis gigi tersebut secara rinci. Menurut laporan yang sama, hewan itu diperkirakan berbobot sekitar 30 kilogram, atau setengah berat kapibara besar.
Hewan tersebut dimasukkan ke dalam famili Ischyromyidae, kelompok hewan pengerat awal yang kini telah punah. Para ilmuwan menyebutnya termasuk salah satu hewan terbesar yang diketahui hidup pada periode Paleogen.
Spesies itu diberi nama Yakamys sirindhornae untuk menghormati Putri Sirindhorn dari Thailand. Karena bukti yang ditemukan hanya dua gigi, penampilan, pola makan, dan perilaku hewan itu belum diketahui.