
Kemnaker Tanggapi Usulan Upah Minimum 2027
42 menit yang lalu
Pakar ITS mengingatkan risiko kesehatan akibat gelombang panas dan menyampaikan langkah pencegahannya.
Terbit · 1 min read

Pakar kesehatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai risiko kesehatan akibat gelombang panas, termasuk dehidrasi dan gangguan kulit.
Dokter spesialis penyakit dalam ITS dr Edwin Nugroho Njoto menjelaskan di Surabaya bahwa lonjakan suhu hingga 40 derajat Celsius berpotensi memicu dehidrasi berat, terutama pada lansia dan penderita penyakit bawaan. Paparan panas dan kelembapan tinggi dalam waktu lama juga dapat mengganggu tidur serta memicu perubahan suasana hati.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS dr Desiana Widityaning Sari mengatakan cuaca panas berisiko merusak lapisan pelindung kulit dan memicu gangguan seperti infeksi jamur. Sementara itu, paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang berpotensi memicu penuaan dini akibat paparan cahaya dan kanker kulit.
Desiana menganjurkan masyarakat minum air minimal 1,5 liter setiap hari, mandi dua kali sehari, mengganti pakaian lembap, serta menggunakan tabir surya untuk mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca panas. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya mencegah gangguan kesehatan terkait gelombang panas.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.