
Sempat Tertinggal Dua Gol, Liverpool Kalahkan Villarreal 4-3 di Liga Champions
10 menit yang lalu
PT Dirgantara Indonesia menyatakan pesawat turboprop N219 dikembangkan murni oleh tenaga kerja dalam negeri dengan capaian komponen lokal saat ini 44,69 persen.
Terbit · 1 min read

PT Dirgantara Indonesia (Persero) menyatakan pesawat N219 merupakan produk yang sepenuhnya dikembangkan oleh tenaga kerja dalam negeri tanpa melibatkan pendamping teknis dari luar negeri. Tingkat komponen dalam negeri untuk pesawat tersebut saat ini telah mencapai 44,69 persen.
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan menyampaikan hal tersebut saat agenda eksplorasi industri pertahanan bersama pers di Bandung, Jawa Barat. Gita menyebut pembuatan pesawat itu melibatkan sekitar 16 industri pertahanan nasional serta empat perguruan tinggi di Indonesia.
N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda dengan kapasitas 19 penumpang yang dirancang untuk melayani rute perintis. Pesawat ini memiliki kemampuan lepas landas di landasan pacu sepanjang 600 hingga 800 meter serta dapat beroperasi di landasan yang belum beraspal.
Menurut catatan perusahaan, Indonesia memiliki sekitar 100 bandara perintis dengan panjang landasan di bawah satu kilometer, dengan separuh di antaranya belum beraspal sehingga sesuai dengan spesifikasi N219. Saat ini pesawat tersebut disiapkan untuk kebutuhan penerbangan komersial maupun operasional militer TNI.
PT Dirgantara Indonesia juga terus mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi. Perusahaan memperkirakan tingkat kandungan dalam negeri N219 dapat melonjak hingga 65 persen apabila pesawat sudah diproduksi secara massal.

10 menit yang lalu

15 menit yang lalu

21 menit yang lalu
Download the Hive app for live alerts and offline reading.