
Kapolda Sulut Susuri DAS Tondano di Manado
10 menit yang lalu
Ace Hasan menilai kampus berperan menyiapkan pemimpin dan memperkuat ketahanan nasional.
Terbit · 1 min read

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily menyatakan transformasi kepemimpinan nasional perlu tumbuh dari perguruan tinggi. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Kuliah umum bertema transformasi kepemimpinan dan inovasi mahasiswa itu berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada Selasa (3/11/2026). Acara tersebut dihadiri 1.200 mahasiswa USK.
Ace Hasan mengatakan mahasiswa saat ini diproyeksikan menjadi pemimpin dalam sepuluh tahun mendatang. Menurutnya, mereka akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks seiring cepatnya perubahan dinamika global.
Ia menyebut ketidakpastian global dipengaruhi pergeseran geopolitik, persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, disrupsi informasi, perubahan iklim, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dampaknya, kata dia, juga terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada energi, pangan, teknologi, data, dan media sosial.
“Aceh punya sejarah panjang yang melahirkan Indonesia. Untuk itu, menjadi kewajiban kita semua sebagai bagian dari panggilan sejarah untuk memastikan transformasi kepemimpinan bangsa tumbuh dan berakar dari kampus,” kata Ace Hasan.
Ia mengatakan Indonesia bukan hanya penerima dampak geopolitik global, tetapi juga pemain aktif. Mahasiswa, menurutnya, menjadi bagian dari ekosistem tersebut melalui bidang pendidikan, budaya, ekonomi digital, dan keamanan siber.
Ace Hasan menilai perguruan tinggi perlu menyiapkan generasi muda yang produktif, inovatif, adaptif, dan kompetitif. Ia juga mendorong Indonesia mengembangkan dan menguasai teknologi strategis, termasuk kecerdasan buatan, data, semikonduktor, dan komputasi.
Ia meminta USK memberi perhatian pada lima potensi Aceh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, yakni kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, energi terbarukan, teknologi kebencanaan dan mitigasi iklim, serta ekonomi kreatif dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah. Rektor USK, Mirza Tabrani, menyampaikan apresiasi atas kuliah umum tersebut dan peran kampus dalam meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa.