
Arema FC Menang 4-0 atas RANS Nusantara FC
10 menit yang lalu
Konsultasi dan kepatuhan pada resep dokter dinilai membantu mengendalikan GERD agar keluhan tidak berulang.
Terbit · 1 min read

Dokter penyakit dalam konsultan penyakit lambung dan pencernaan Fahrial Syam menyarankan pasien yang kerap mengalami penyakit refluks gastroesofagus (GERD) berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan pengobatan yang tepat. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam wawancara di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Fahrial, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia, mengatakan pengobatan perlu disertai pengendalian stres dan faktor pemicu. Ia menyebut penanganan yang tepat dapat membantu menekan keluhan agar tidak berulang.
“Kalau tidak berobat dengan benar ketika dia mengalami serangan GERD itu akan mencetuskan lagi, akhirnya kita selalu bilang lingkaran setan. Jadi stresnya tidak ditangani dengan baik, akhirnya menyebabkan terjadinya stres berputar-putar (berulang),” ujarnya.
Ia mengingatkan pasien agar menghabiskan obat sesuai resep dan durasi yang dianjurkan dokter. Menurutnya, langkah itu bertujuan mengontrol produksi asam lambung dan membantu mencegah keluhan kembali.
Fahrial mengatakan, pengobatan yang tidak tepat dapat membuat keluhan berulang dan stres tidak tertangani dengan baik. Ia menggambarkan keadaan tersebut sebagai lingkaran yang terus berulang.
Dalam laporan yang sama, GERD dijelaskan sebagai kondisi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, kembali naik ke esofagus. Bahan juga membedakan GERD dari dispepsia, yang disebut sebagai gangguan pada lambung.
Naskah ANTARA juga menyebut GERD dapat berkaitan dengan stres, kurang tidur, beban kerja, konsumsi makanan tertentu, alkohol, dan kebiasaan merokok.