
PERADI Profesional dan UI Perkuat Kolaborasi
16 menit yang lalu
Dramatari mengangkat kepedulian anak-anak terhadap kerusakan hutan dan kabut asap serta pentingnya menjaga hutan.
Terbit · 1 min read

Anak-anak berusia mulai dari empat tahun di Perkumpulan Pencinta Seni Tari (PPST) Kencana Mas tampil dalam dramatari “Swara Ibu: Nyanyian dari Hutan” untuk merespons ancaman kerusakan alam dan kabut asap. Menurut laporan ANTARA, pementasan berlangsung di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Ketua PPST sekaligus penulis dan sutradara pertunjukan, Ryan A. Syakur, mengatakan pihaknya melibatkan anak-anak untuk memupuk semangat positif sejak usia dini dalam menyelamatkan hutan di Indonesia.
Ryan menyebut anak-anak merasakan dampak buruk kualitas udara dan membaca berita tentang kejadian di sejumlah daerah. “Mereka merasakan kualitas udara yang buruk dari Kalimantan sampai ke sini (Jakarta), dan mereka membaca pula kejadian di Papua serta daerah lainnya, asapnya bahkan bisa menyebabkan sesak,” ujar Ryan saat ditemui ANTARA setelah pementasan.
Menurut laporan yang sama, gagasan pertunjukan berasal dari jawaban anak-anak ketika berdiskusi mengenai kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Para pelatih menggunakan metode yang menyenangkan dan mengutamakan kenyamanan anak saat berlatih di sanggar.
Reaksi anak-anak dalam diskusi kemudian dituangkan ke naskah melalui gambaran hutan hijau dan hutan gersang. Ryan mengatakan, “Fokus komunikasi dari pementasan seni budaya ini tetap berada pada sudut pandang anak-anak.”
Ketertarikan anak-anak pada gerakan tari membantu proses latihan dan pemilihan peran. Zeynep Zafria Ardi memerankan Lumi, kupu-kupu biru; Jasmina Budiani memerankan Rarimpi; dan Gisela Dahayu Locita Jati memerankan Rarampa atau Cenik. Pementasan juga menampilkan tokoh Kijang, Semut, dan Kera.
Pemeran dewasa turut tampil, yakni I Gusti Ngurah Udi Utawan sebagai raksasa Kalagana dan Diana Listyarini sebagai Dewi Alas. Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati, mengaku antusias menyaksikan pementasan dan menilai pendidikan tentang pentingnya hutan perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini.