
Serikat Mahasiswa Prancis Serukan Aksi Protes
18 menit yang lalu
Bantuan menyasar warga rentan di 13 desa, sementara Bapanas menyoroti ketahanan pangan NTT.
Terbit · 2 min read

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan bagi masyarakat rentan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut laporan ANTARA, bantuan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi krisis pangan.
Penyaluran berlangsung pada 2-4 November 2026 di 13 desa rentan rawan pangan di TTS. Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan mengawal distribusi di Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin.
Bantuan ditujukan kepada masyarakat miskin yang masuk kelompok desil satu dan dua. Aulia mengatakan wilayah rawan pangan yang banyak disurvei Bapanas berada di Papua dan NTT, sehingga kedua wilayah itu menjadi fokus penanganan khusus.
Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025, terdapat 81 kabupaten/kota atau 15,76 persen dari jumlah kabupaten/kota di Indonesia yang tergolong rentan rawan pangan. Sebanyak 18 kabupaten/kota di NTT masuk kategori tersebut.
Aulia menyebut tantangan geografis dan kondisi lingkungan di NTT dan Papua dapat memengaruhi ketersediaan serta akses masyarakat terhadap pangan. Menurutnya, upaya penanganan perlu memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus memperkuat kemampuan daerah mengantisipasi krisis.
Aulia juga mengatakan cadangan pangan pemerintah daerah perlu menjadi prioritas untuk menghadapi keadaan darurat, meski pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran. Pelaksanaan aksi kesiapsiagaan itu, menurut laporan ANTARA, mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015, dan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 19 Tahun 2023.
Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus mengatakan TTS menjadi salah satu wilayah prioritas berdasarkan kajian kerawanan pangan pada Juli 2026. Pada hari pertama, bantuan menjangkau enam desa di Kecamatan Kualin dengan sasaran 2.273 kepala keluarga; realisasinya mencapai 77,17 persen dari sasaran hari itu atau sekitar 43,85 persen dari total paket yang disiapkan.
Setiap paket berisi dua bungkus jagung bose masing-masing 500 gram, 20 butir telur ayam ras, kacang hijau 500 gram, satu liter minyak goreng, dan 10 saset susu bubuk. Untuk 4.000 paket, bantuan tersebut mencakup 4 ton jagung bose, 80.000 butir telur, 2 ton kacang hijau, 4.000 liter minyak goreng, dan 40.000 saset susu bubuk.