
Persib Menang Empat Kali Beruntun di ACL 2
13 menit yang lalu
Fasilitas tahap pertama berkapasitas 300 liter per detik dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027.
Terbit · 1 min read

Pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dimulai di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (5/11/2026) untuk memasok kebutuhan pusat data. Menurut laporan ANTARA, Kepala Badan Pengusahaan Batam Amsakar Achmad menyebut proyek itu bagian dari komitmen mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan air bersih pusat data.
Pembangunan tahap pertama ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatanganan kontrak. Fasilitas berkapasitas 300 liter per detik itu ditargetkan rampung pada Oktober 2027.
Pasokan SWRO direncanakan untuk pusat data yang dikembangkan di kawasan Nongsa dan Kabil. Amsakar mengatakan kebutuhan air bersih operasional pusat data diharapkan dapat dipenuhi oleh mitra BP Batam.
Proyek dikerjakan oleh De Nora Water PTE LTD untuk sistem SWRO, PT Mitra Kharisma Konstruksi Prima untuk pekerjaan sipil dan instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan, serta PR Guesse Strategis Indonesia untuk pengambilan air laut.
Direktur Utama PT Kabil Citranusa Peters Vincen mengatakan lokasi fasilitas dipilih karena berdekatan dengan laut, sekitar satu kilometer dari kawasan pembangunan. Air bersih akan disalurkan dari Kabil ke Nongsa melalui pipa transmisi sepanjang 12 kilometer.
Menurut laporan yang sama, kapasitas 300 liter per detik merupakan tahap awal. Kapasitas direncanakan bertambah bertahap hingga 700 liter per detik pada 2030.
Nilai investasi pembangunan fasilitas tahap ini mencapai Rp600 miliar. Di Nongsa Digital Park, tiga pusat data telah beroperasi, satu sedang menjalani komisioning, dan dua lainnya masih dalam tahap pematangan lahan.
Amsakar mengatakan ketersediaan air bersih dan listrik perlu menjadi perhatian seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam. Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 7,28 persen, sedangkan realisasi investasi hingga triwulan ketiga mencapai Rp59,8 triliun.