
Gangguan Air Berdampak pada 2,68 Juta Warga Kuba
13 menit yang lalu
Penyaluran FLPP menjangkau enam kabupaten di Solo Raya dan Kota Padang, sementara realisasi nasional mencapai 199.429 unit.
Terbit · 2 min read

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kawasan Solo Raya dan Kota Padang. Menurut laporan ANTARA, data realisasi tersebut dihitung per 4 November 2026.
Di enam kabupaten Solo Raya, Jawa Tengah, penyaluran mencapai 4.113 unit dengan nilai Rp489,49 miliar. Wilayah yang tercakup ialah Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten; angka itu belum mencakup Kota Surakarta.
Di Kota Padang, Sumatera Barat, penyaluran FLPP tercatat sebanyak 582 unit dengan nilai Rp68,86 miliar. Heru mengatakan capaian itu menunjukkan penyaluran FLPP telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah, termasuk Solo Raya dan Kota Padang.
Penyaluran di wilayah-wilayah itu didukung delapan bank penyalur, empat asosiasi pengembang, 46 pengembang, dan 58 kawasan perumahan. Menurut laporan yang sama, realisasi FLPP nasional per 4 November 2026 pukul 15.00 WIB mencapai 199.429 unit rumah senilai Rp24,85 triliun.
Laporan ANTARA juga menyebut Wali Kota Surakarta Respati Achmad Arianto dan Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait untuk membahas kebutuhan perumahan dan penataan kawasan di wilayah masing-masing. Kedua kepala daerah menyampaikan usulan pembangunan dan meminta dukungan pemerintah pusat; Heru turut hadir dalam pertemuan itu.
Dalam pertemuan tersebut, Heru menyampaikan perkembangan realisasi FLPP. Maruarar mendorong pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dan inovasi sesuai karakteristik wilayah, alih-alih hanya mengandalkan pola kerja lama.
Untuk mendukung usaha di sektor perumahan, Maruarar mendorong pemanfaatan Kredit Program Perumahan bagi kontraktor, pengembang, distributor, dan toko bahan bangunan. Skema yang disampaikan mencakup subsidi bunga sekitar 5 persen, sehingga beban bunga yang semula sekitar 11 persen menjadi sekitar 6 persen, dengan plafon pembiayaan hingga Rp20 miliar.
Penyaluran KPP secara keseluruhan disebut mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Di Kota Surakarta, nilainya sekitar Rp187 miliar untuk 1.016 penerima; sebanyak 915 di antaranya menggunakan pembiayaan untuk renovasi rumah. Maruarar juga menyampaikan rencana dukungan anggaran Rp1 triliun untuk program gentengisasi di Solo Raya, yang direncanakan mencakup satu kota dan lima kabupaten serta penyaluran satu juta genteng; Balai Kota Surakarta disebut sebagai lokasi kegiatan yang direncanakan.