
Prabowo Dijadwalkan Beri Taklimat kepada Peserta P3MDI
11 menit yang lalu
Baznas dan Pemprov Riau menyinergikan pengelolaan zakat serta mendukung layanan rumah singgah bagi pasien mustahik.
Terbit · 1 min read

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Pemerintah Provinsi Riau menyinergikan pengelolaan zakat serta penguatan layanan rumah singgah bagi mustahik yang menjalani perawatan medis. Menurut laporan ANTARA, hal itu disampaikan Pimpinan Organisasi, Kelembagaan dan Pembinaan Daerah Baznas RI Saidah Sakwan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Saidah mengatakan sinergi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat daerah dan menyelaraskan program Baznas dengan rencana pembangunan daerah. Upaya itu ditujukan untuk menangani persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di Riau.
Ia menilai Riau memiliki potensi penghimpunan zakat yang besar, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit dan unit pengumpul zakat di sekolah.
Saidah menyebut sebuah koperasi di Kabupaten Kampar mengelola zakat petani sawit senilai Rp1,6 miliar dalam setahun.
Menurut laporan yang sama, Saidah menegaskan zakat yang dihimpun Baznas di daerah tidak dipotong untuk pusat, tetapi dikelola di daerah untuk membantu mengatasi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan mustahik setempat.
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas rumah singgah pasien Baznas Provinsi Riau agar dapat menjangkau lebih banyak pasien dari keluarga mustahik yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama berobat.
Pelaksana tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan peran Baznas, termasuk melalui penyediaan fasilitas kantor dan rencana penyiapan lahan untuk pembangunan rumah singgah.
Hariyanto berharap rumah singgah dapat dibangun di dekat rumah sakit agar masyarakat dari daerah yang harus berobat dapat tinggal sementara di sana. Ia menyebut fasilitas itu akan membantu masyarakat.