
IHSG Ditutup Turun 3,78% ke 4.904,29
14 menit yang lalu
Data 46 penerima bedah rumah akan diperiksa, sementara KAI menyiapkan pembersihan kawasan.
Terbit · 1 min read

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membahas pembenahan Kampung Bahari, Jakarta Utara, termasuk pendataan penerima program bedah rumah. Menurut laporan ANTARA, tercatat 46 penerima program tersebut di kawasan itu.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryanti mengatakan data penerima akan diperiksa kembali bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Dinas Perumahan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kemungkinan penambahan penerima sesuai ketersediaan lokasi dan ketentuan program.
Sri menyebut 46 penerima itu tersebar di beberapa rukun warga (RW). Bahan laporan tidak merinci jumlah penerima di masing-masing RW.
Di sisi lain, EVP PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta Januri mengatakan perusahaan akan mengerahkan alat berat dan truk pengangkut sampah untuk membersihkan kawasan secara bertahap mulai Rabu (4/11/2026). Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa (3/11/2026).
Januri mengatakan penataan juga berkaitan dengan bangunan di sekitar aset KAI yang perlu memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api. Menurut dia, pendataan menyeluruh diperlukan karena belum semua warga dan bangunan teridentifikasi.
KAI juga membahas kemungkinan penggunaan hunian yang tersedia di kawasan Senen sebagai alternatif tempat tinggal. Januri mengatakan opsi itu perlu dikomunikasikan dengan warga dan dilakukan secara manusiawi, bukan melalui penggusuran paksa.
Pembahasan berlangsung setelah penggerebekan kepolisian di Kampung Bahari pada Minggu (1/11/2026) terkait kasus peredaran narkoba. ANTARA melaporkan polisi mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.