
Korea Utara Luncurkan Rudal ke Laut Timur
8 menit yang lalu
Balai menyebut sekitar 40 ribu hektare kawasan TNBBS telah mengalami perambahan.
Terbit · 1 min read

Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) menyatakan akan menindak tegas pembukaan lahan baru di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Menurut laporan ANTARA, Kepala BBTNBBS Hifzon Zawahiri menyampaikan hal itu di Bandarlampung pada Rabu.
Hifzon menyebut sekitar 40 ribu hektare kawasan TNBBS telah mengalami perambahan. Lahan tersebut ditanami berbagai jenis tanaman dan rata-rata merupakan tanaman kopi robusta.
Ia mengatakan BBTNBBS tidak akan menoleransi aktivitas pembukaan lahan baru di kawasan konservasi. Pernyataan itu disampaikan untuk menjaga kelestarian kawasan taman nasional.
Hifzon juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menindak pembukaan kawasan konservasi seluas 40 hektare di wilayah Bengkulu. Lahan tersebut direncanakan untuk ditanami sawit.
Menurut Hifzon, pihaknya telah mengambil tindakan terkait kejadian itu. Dari 12 orang, empat telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Polres Kaur masih mendalami dugaan keterlibatan aparat dalam perkara tersebut.
Hifzon berharap tindakan tegas dapat mencegah kasus serupa di seluruh wilayah konservasi TNBBS. Ia mengatakan, setelah ada efek jera, pihaknya akan berupaya memulihkan ekosistem agar lahan yang dibuka atau dirambah kembali ke fungsi awalnya.
Ia menyebut pemulihan penting untuk menjaga habitat flora dan fauna. Menurut Hifzon, dampak perambahan hutan antara lain satwa liar seperti harimau dan gajah keluar dari kawasan hutan, kekeringan yang membuat sungai surut, serta banjir saat hujan lebat.