
Suahasil Tekankan Peran APBN pada Hari Oeang
15 menit yang lalu
Disnakertrans Kepri menargetkan mayoritas lulusan pelatihan vokasi terserap kerja, dengan pelatihan disesuaikan kebutuhan industri.
Terbit · 1 min read

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau (Disnakertrans Kepri) menargetkan 90 persen peserta pelatihan vokasi terserap pasar kerja. Menurut laporan ANTARA, Kepala Disnakertrans Kepri Diky Wijaya menyampaikan target itu di Tanjungpinang pada Jumat (30/10/2026).
Diky menyebut, jika 2.000 calon tenaga kerja mengikuti pelatihan dalam setahun, pihaknya menargetkan 1.800 orang mendapat pekerjaan. Peserta lainnya diharapkan menjadi wirausaha atau membuka usaha sendiri.
Ia mengatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya Disnakertrans Kepri untuk menekan pengangguran. Menurut laporan yang sama, tingkat pengangguran di Kepri disebut mencapai 6,40 persen atau sekitar 75 ribu orang dari 1,2 juta angkatan kerja.
Diky menyebut pengangguran paling banyak berada di Kota Batam. Ia mengatakan pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing calon tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan vokasi banyak diarahkan ke sektor industri, termasuk pengelasan untuk merakit dan memperbaiki pintu lipat besi. Diky mengaitkan pelatihan itu dengan meningkatnya investasi industri galangan di Kepri, terutama di Batam.
Pelatihan lainnya mencakup bidang manufaktur, peracik kopi, perhotelan, serta tata rias pengantin. Menurut Diky, pelatihan tersebut juga ditujukan agar sebagian peserta dapat mandiri setelah lulus.
Diky menyatakan lulusan vokasi rata-rata terserap pasar kerja dan dibekali sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Pemerintah daerah, katanya, juga mendorong investasi di seluruh kabupaten dan kota di Kepri untuk memperluas penyerapan tenaga kerja.
Ia menyebut Batam masih menjadi tujuan investasi dari dalam maupun luar negeri. Diky mengatakan sejumlah perusahaan asing diperkirakan berinvestasi di bidang pusat data dan kecerdasan buatan dalam beberapa tahun ke depan, dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah; ia menyebut penyiapan tenaga kerja lokal yang kompeten sebagai pekerjaan rumah agar kebutuhan perusahaan dapat dipenuhi.