
Dubai Siapkan Dua Program untuk Wisatawan
15 menit yang lalu
Rencana trase tol dipaparkan sebelum pengadaan tanah, sementara masukan masyarakat akan dihimpun dalam tahapan berikutnya.
Terbit · 2 min read

PT Hutama Karya (Persero) memperkenalkan rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi Bukittinggi-Sicincin kepada masyarakat Kabupaten Padang Pariaman sebelum tahapan formal pengadaan tanah. Menurut laporan CNBC Indonesia, perusahaan memaparkan gambaran awal trase dan aspek teknis kepada para pemangku kepentingan setempat.
Prasosialisasi dan dialog itu berlangsung di Kantor Bupati Padang Pariaman pada Senin (26/10/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, perangkat daerah, wali nagari, niniak mamak, dan tokoh masyarakat.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menjelaskan bahwa ruas Bukittinggi-Sicincin direncanakan sebagai kelanjutan Jalan Tol Padang-Sicincin yang telah beroperasi. Ruas itu juga dirancang menjadi bagian koridor Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Padang dan Pekanbaru.
Menurut laporan yang sama, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Hutama Karya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 beserta perubahannya. Prasosialisasi menjadi bagian koordinasi awal sebelum persiapan pengadaan tanah, yang mencakup pemberitahuan rencana, pendataan awal lokasi, konsultasi publik, hingga penerbitan Penetapan Lokasi oleh Gubernur Sumatera Barat.
Rincian bidang tanah akan didalami bersama pemerintah provinsi dan daerah serta Kementerian ATR/BPN sebelum disampaikan secara bertahap kepada masyarakat. Koentjoro mengatakan, “Melalui kegiatan ini, kami berharap para pemangku kepentingan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan, sementara tahapan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi terkait.”
Rencana itu dilatarbelakangi kebutuhan akan jalur yang lebih andal untuk konektivitas Padang-Bukittinggi. Laporan CNBC Indonesia menyebut jalur yang selama ini digunakan antara lain Lembah Anai, Sitinjau Lauik, dan Malalak, yang memiliki medan menantang dan sebagian pernah terganggu saat bencana.
Trase Bukittinggi-Sicincin direncanakan menembus kawasan Bukit Barisan melalui terowongan, dengan keselamatan menjadi perhatian pada masa konstruksi maupun saat beroperasi. Untuk kajian teknis terowongan, Hutama Karya menggandeng Universitas Andalas dan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah serta akan berkoordinasi dengan BKSDA dan instansi lingkungan hidup terkait potensi persinggungan trase dengan kawasan hutan dan wisata.
Bupati John Kenedy Azis menyebut forum tersebut sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk mendapat informasi dan menyampaikan pandangan. Ia berharap pembangunan juga membuka peluang usaha lokal, menyerap tenaga kerja, dan mendorong UMKM; menurut laporan yang sama, ia mengatakan, “Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima informasi, tetapi juga diberikan ruang yang memadai untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, keberatan, dan harapan.”
Andre Rosiade menilai Sumatera Barat membutuhkan jalur alternatif yang lebih andal dan mengatakan proyek itu berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha lokal serta menyerap tenaga kerja. Ia juga meminta proses ganti kerugian dilakukan transparan, adil, dan sesuai ketentuan dengan memperhatikan hak masyarakat terdampak; prasosialisasi serupa dijadwalkan berlanjut di Tanah Datar dan Padang Panjang pada Rabu (28/10/2026).