
Xiaomi Konfirmasi Redmi Book 16 2027 Berpapan Numerik
14 menit yang lalu
Kelompok tani di Bokoharjo menerapkan irigasi ramah lingkungan dan mencatat hasil panen di atas rata-rata kabupaten.
Terbit · 1 min read

Kelompok Tani (KT) Ngudi Mulyo mengembangkan budi daya padi sehat dengan Sistem Irigasi Ramah Lingkungan (Siramli) untuk meningkatkan produktivitas panen. Menurut laporan ANTARA, kelompok ini berada di Padukuhan Jirak, Kalurahan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengapresiasi penerapan budi daya ramah lingkungan oleh kelompok tersebut. Ia menyampaikan apresiasi itu di Sleman pada Minggu (25/10/2026), menurut laporan yang sama.
Liem mengatakan kelompok itu menggelar wiwitan dan panen padi serta meraih juara pertama tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam lomba Siramli. Ia menyebut kegiatan wiwitan dan panen sebagai momentum untuk menunjukkan pengelolaan pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
KT Ngudi Mulyo mengelola lahan seluas 12,5 hektare secara kolektif. Budi daya tanaman sehat yang diterapkan berfokus pada pengurangan bahan kimia sintetis dan pemanfaatan ekosistem alam untuk menyuburkan padi.
Berdasarkan hasil ubinan di lokasi, produktivitas Gabah Kering Panen mencapai 9,76 ton per hektare. Hasil konversi Gabah Kering Giling tercatat 7,84 ton per hektare.
Menurut Liem, produktivitas GKG tersebut melampaui rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Sleman, yang berada di kisaran 6,03 ton per hektare.
Liem juga menekankan bahwa sistem budi daya yang diterapkan berdampak langsung pada mutu produk akhir. Menurut dia, hasil padi dari lahan seluas 12,5 hektare itu diolah menjadi beras sehat yang bernutrisi tinggi dan lebih aman bagi kesehatan konsumen dalam jangka panjang.
Liem menyatakan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman berharap praktik budi daya tanaman sehat dan pengelolaan irigasi ramah lingkungan dapat diterapkan kelompok tani lain di kabupaten tersebut.