
Tri Tito Satukan Raker Dekranas, PKK, dan Posyandu
10 menit yang lalu
Museum di kaki Tembok Besar seksi Badaling kembali dibuka setelah direnovasi dan ditingkatkan secara menyeluruh.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, Museum Tembok Besar China di kaki Tembok Besar seksi Badaling, Beijing, kembali dibuka untuk umum pada Sabtu (24/10/2026). Pembukaan dilakukan setelah museum menjalani renovasi dan peningkatan secara menyeluruh.
Museum itu berlokasi di Distrik Yanqing, pinggiran Beijing. Museum pertama kali dibuka pada 1994 dan ditutup pada April 2022 untuk pembangunan kembali.
Menurut laporan yang sama, pembangunan dimulai pada Desember 2023. Gedung dirancang agar lebih menyatu dengan pegunungan dan vegetasi di sekitarnya.
Museum memiliki luas lantai 16.000 meter persegi. Bangunannya dilengkapi area pameran, area pendidikan dan layanan publik, area penyimpanan koleksi, serta ruang penelitian.
Pameran permanen dan pameran tematik khusus di museum itu mengeksplorasi sejarah dan budaya Tembok Besar. Pameran permanennya menampilkan lebih dari 700 benda peninggalan budaya, termasuk banyak koleksi pinjaman dari museum-museum di seluruh Tiongkok.
Pameran tersebut menelusuri upaya pembangunan Tembok Besar selama lebih dari 2.000 tahun. Pameran juga memperlihatkan perkembangan metode pelestariannya, mulai dari perlindungan darurat hingga konservasi sistematis.
Pengunjung juga dapat memahami peran historis Tembok Besar. Selain berfungsi sebagai struktur pertahanan militer, Tembok Besar secara bertahap menjadi tempat pertukaran dan integrasi antarkelompok etnis di Tiongkok.
Tembok Besar merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan membentang lebih dari 20.000 kilometer melintasi 15 provinsi, munisipalitas, dan daerah otonom. Beijing memiliki sekitar 520 kilometer seksi Tembok Besar, dan seksi Badaling menjadi yang paling banyak dikunjungi.