
Jadwal Sprint Race MotoGP Malaysia 2026
24 menit yang lalu
Program peremajaan menyasar empat kecamatan dan mencakup bantuan benih, pupuk, serta pendampingan teknis.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertanian mendukung peremajaan tanaman jambu mete seluas 754 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada 2026. Menurut laporan ANTARA, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat menyebut program itu ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun dan memperkuat pendapatan petani.
Assyadat menyampaikan keterangan tersebut kepada ANTARA di Dompu pada Jumat (30/10/2026). Program dialokasikan bagi kelompok tani di Kecamatan Pekat, Kempo, Manggelewa, dan Pajo, dengan dukungan benih, pupuk, serta pendampingan teknis.
“Kita dapat 754 hektare untuk peremajaan mete yang dialokasikan bagi kelompok tani di wilayah empat kecamatan yakni Pekat, Kempo, Manggelewa dan Pajo,” kata Assyadat.
Menurut laporan yang sama, Kecamatan Pekat mendapat alokasi 377,1 hektare di Desa Nangamiro dan Kadindi, sedangkan Kecamatan Kempo memperoleh 117 hektare di Desa Tolo Kalo dan Songgaja.
Alokasi di Kecamatan Manggelewa mencapai 210 hektare di Desa Kampasi Meci, Tanju, Banggo, Sukadamai, dan Naga Tumpu. Kecamatan Pajo mendapat 49,9 hektare di Desa Woko.
Program tersebut melibatkan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya. Kelompok tani calon penerima masih melengkapi persyaratan administrasi sebelum kegiatan dilaksanakan, kata Assyadat.
Ia menjelaskan, sebagian tanaman jambu mete di Dompu telah berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas. Gangguan penyakit serta terbatasnya peremajaan juga menjadi tantangan bagi hasil panen petani.
Menurut Assyadat, pendampingan dan pemeliharaan tanaman hingga memasuki masa produktif penting bagi keberhasilan program. Selama tanaman belum menghasilkan, petani dapat menanam komoditas sela yang sesuai atau memadukan pemanfaatan lahan dengan peternakan bila kondisi mendukung.