
Deus Gelar Slidetober Fest untuk Komunitas Kustom
11 menit yang lalu
Teknologi pertanian dan pengolahan hasil panen di Momiwaren membuka peluang peningkatan nilai jual produk warga.
Terbit · 2 min read

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan teknologi di kawasan transmigrasi harus menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang peningkatan pendapatan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat membahas karya Tim Ekspedisi Patriot.
Inovasi tersebut diterapkan di Distrik Oransbari, Kawasan Transmigrasi Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Keterangan Iftitah diterima ANTARA di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026), sedangkan laporan itu tidak menyebut tanggal penerapan teknologi.
Salah satu teknologi yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember adalah mesin pengering gabah berkapasitas dua ton. Mesin itu memangkas waktu pengeringan dari tiga hingga tujuh hari menjadi belasan jam.
Menurut laporan yang sama, pengeringan tersebut membantu petani menangani hasil panen dan mengurangi ketergantungan pada penjemuran manual di jalan, yang dapat mengganggu lalu lintas. Pengoperasian mesin didukung pembangkit listrik tenaga surya untuk membantu mengatasi kendala pasokan listrik di kawasan itu.
Pengolahan pascapanen juga mencakup pemilahan beras. Iftitah menyebut beras utuh kualitas premium dijual Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram, sementara harga sebelumnya sekitar Rp12.000 per kilogram.
Beras menir yang sebelumnya dijual sebagai pakan ternak seharga Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram kini diolah menjadi tepung dengan harga jual sekitar Rp18.000 per kilogram. Laporan ANTARA menyatakan harga tersebut merupakan nilai jual sebelum biaya pengolahan.
Pengolahan tepung dikelola Badan Usaha Milik Desa setempat untuk memasok kebutuhan usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk pembuat peyek dan kue. Usaha itu telah memiliki Nomor Induk Berusaha, sehingga hasil panen juga dapat menjadi bahan baku usaha pangan lokal.
Teknologi lain yang disebut dalam laporan itu meliputi reaktor biogas dengan hasil samping pupuk organik cair yang dilaporkan mencapai 50 liter per hari, pengasapan ikan yang memangkas waktu produksi dari dua hari menjadi maksimal dua jam, serta instalasi air bersih untuk 35 keluarga. Tim juga mengembangkan situs promosi dan aplikasi administrasi BUMDes.
Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan keterlibatan perguruan tinggi memberi mahasiswa dan dosen kesempatan menerapkan ilmu untuk membantu masyarakat. Ia menyebut 100 mahasiswa, 20 tim di tiga distrik, dan 20 dosen terlibat, serta menyampaikan kesiapan ITS melanjutkan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata tematik.