
UPI Juara Putra dan Putri Campus League Bandung
20 menit yang lalu
MPU Aceh mengimbau warga menahan diri setelah insiden penertiban bendera di Pidie menimbulkan korban.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengajak semua pihak tidak mudah terprovokasi terkait insiden penertiban pengibaran bendera Bulan Bintang. Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menyampaikan imbauan itu di Banda Aceh.
Insiden terjadi dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Pernyataan Faisal menanggapi penertiban pengibaran bendera tersebut.
Laporan yang sama menyebut 14 warga menjadi korban dalam insiden itu: 13 orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Faisal mengecam tindakan yang dapat menghilangkan nyawa. “Kami mengecam terhadap berbagai tindakan apapun yang bisa menghilangkan nyawa orang,” katanya, seperti dikutip ANTARA.
Ia menjelaskan bahwa Islam menghargai setiap makhluk hidup, terutama manusia. Menurut Faisal, nyawa seseorang tidak boleh dihilangkan dengan mudah, terlebih ketika kekerasan menimpa perempuan dan anak-anak.
Faisal juga menyebut kewajiban melindungi lima prinsip dasar, yaitu menjaga nyawa, harta, agama, akal, dan kehormatan. Penjelasan itu disampaikan sebagai bagian dari imbauannya kepada masyarakat.
Ia mengajak semua pihak menahan diri, menjaga kedamaian, dan mengawal penyelidikan atas insiden tersebut. “Mari kita bersama-sama menahan diri dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian serta mengawal proses penyelidikan yang dilakukan guna mengusut tuntas terhadap pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut,” katanya.