
Pertamina Belum Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi
15 menit yang lalu
Sekitar 140 pedagang belum mendapat kepastian lokasi relokasi setelah kebakaran, menurut koordinator pedagang.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, sekitar 140 pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum menerima kepastian mengenai rencana relokasi ke kawasan Lenteng Agung setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, menyampaikan hal itu saat dihubungi di Jakarta pada Minggu (25/10/2026). Ia mengatakan pedagang bertemu Wali Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2026) dan memohon agar tetap dapat berjualan di sekitar kawasan Pasar Taman Puring.
"Waktu kami audiensi dengan Pak Wali Kota, tidak disebutkan lokasinya di mana. Hanya disampaikan akan ada relokasi. Kami baru tahu dari media sosial bahwa ada perencanaan relokasi ke Lenteng Agung," kata Asmun.
Menurut Asmun, lokasi di Lenteng Agung dinilai cukup jauh dari tempat tinggal sebagian pedagang yang bermukim di sekitar Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Jarak itu dikhawatirkan menambah biaya transportasi untuk kegiatan berjualan sehari-hari.
Selain jarak, relokasi disebut berpotensi membuat pedagang kehilangan pelanggan tetap karena harus membangun kembali reputasi usaha di lokasi baru. Asmun menjelaskan, nama Pasar Taman Puring telah lama dikenal masyarakat dan menjadi salah satu modal pedagang dalam menarik pembeli. "Kalau dimulai dari nol, belum tentu bisa berjalan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga sedang sulit," ucapnya.
Asmun menyebut jumlah pedagang sebelum kebakaran mencapai lebih dari 500 orang. Setelah peristiwa itu, jumlah pedagang yang masih bertahan diperkirakan sekitar 140 orang karena sebagian kehilangan barang dagangan dan belum dapat kembali berjualan.
Para pedagang berharap pemerintah tetap merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sebagaimana yang mereka harapkan. Mereka juga meminta pemerintah menyediakan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tempat berjualan yang layak dan terjangkau.
Menurut laporan yang sama, melalui Instagram @tamanhutandki, kawasan Taman Puring direncanakan memiliki fungsi ruang publik dan pendidikan lewat Microlibrary Taman Puring. Proyek yang didanai Ammodo Foundation itu dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects.
Fasilitas tersebut dirancang dengan struktur spiral rusuk beton melengkung dan atap hijau. Desainnya mencakup jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, papan tanda Braille, furnitur yang menyesuaikan kebutuhan pengguna kursi roda, serta ruang sensorik.