
Sayuran Beku Dinilai Setara Sayuran Segar
11 menit yang lalu
Seorang pengguna mengungkap celah akses pada DJI Romo yang menurut DJI sudah diperbaiki lewat dua pembaruan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, seorang pengguna penyedot debu robot bernama Sammy Azdoufal mengungkap bahwa perangkat pembersih rumah itu dapat menjadi ancaman bagi data pribadi. Temuan tersebut menyoroti risiko privasi pada perangkat rumah tangga yang terhubung ke internet.
Sammy mengatakan perangkat miliknya dapat membuat peta lantai rumah, merekam riwayat pembersihan, mengamati pengguna saat pergi ke kamar mandi, hingga merekam percakapan pribadi. Menurut laporan yang sama, perangkat tersebut juga diduga dapat mencuri data pribadi.
Sammy menceritakan, awalnya ia mencoba mengendalikan DJI Romo miliknya dari jarak jauh. Ia kemudian mendapati bahwa dirinya dapat mengakses dan mengendalikan perangkat robot lain, tidak hanya miliknya sendiri.
Menurut DJI, masalah izin akses pada sistem sisi server yang ditemukan Sammy telah diselesaikan melalui dua pembaruan yang dirilis perusahaan pada 10 Februari 2026. Laporan itu menyebut kasus ini sebagai risiko keamanan yang spesifik: server mengenali pengguna sebagai pelanggan sah, tetapi gagal membatasi aksesnya hanya pada perangkat milik pengguna tersebut.
Mengutip Endgadget, Sammy memakai Claude Code untuk membantunya merekayasa balik sistem komunikasi perangkat itu. Namun, kecerdasan buatan disebut bukan penyebab kelemahan keamanan yang mendasarinya, karena masalah terletak pada pemeriksaan keamanan yang gagal berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak dapat diatasi hanya dengan kata sandi yang rumit.
Menurut laporan CNN Indonesia, penyedot debu robot juga dapat mengirimkan informasi kepada produsennya selama beroperasi berhari-hari, mulai dari aktivitas pembersihan, status perangkat, peta lantai, hingga benda yang terdeteksi. Kebijakan privasi iRobot menyebut model yang terhubung ke internet dapat mengirimkan data lebih banyak, termasuk nama ruangan, jenis lantai, pergerakan robot, dan detail jaringan Wi-Fi.
Laporan itu menyebut belum ada satu produk yang secara jelas dinobatkan sebagai pilihan terbaik untuk privasi. Pengguna disarankan membaca kebijakan privasi sebelum membeli, memperhatikan fitur navigasi dan pemrosesan gambar yang berjalan langsung di perangkat, serta mempertimbangkan fitur yang mengharuskan sambungan ke komputasi awan dan cara perusahaan membagikan data diagnostik.
Varian tanpa kamera dapat menghindari risiko paparan informasi dari kamera, tetapi masih mungkin membuat peta rumah dan mengirimkan informasi akun. Menurut laporan yang sama, perangkat tanpa kamera tidak sama dengan tanpa pengumpulan data.
Bagi pengguna, laporan itu menyarankan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, dan pembaruan perangkat lunak tertanam secara berkala. Fitur tampilan jarak jauh atau fitur terhubung lain yang meragukan sebaiknya dinonaktifkan kecuali memang diperlukan.