
Tujuh Buah yang Bisa Dipilih Penderita Diabetes
18 menit yang lalu
Pemkot Bandung menilai sektor ritel berpotensi membuka lapangan kerja dan memperluas pemasaran produk lokal.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kota Bandung mendorong sektor ritel menjadi salah satu penggerak pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan peluang usaha bagi masyarakat. Menurut laporan ANTARA, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal itu di Bandung pada Minggu (8/11/2026).
Farhan mengatakan peran penciptaan lapangan kerja dalam strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung masih relatif rendah. Ia menilai sektor ritel berpeluang membantu menjawab tantangan tersebut.
“Kita memiliki peluang cukup besar untuk bisa menjadikan ritel sebagai salah satu motor penggerak karena kontribusi produk-produk yang dijual di ritel itu sampai mencapai angka 26,1 persen,” kata Farhan.
Menurut laporan yang sama, Farhan menyebut ritel menghubungkan produsen dengan konsumen dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari. “Kita tahu tanpa bisnis ritel maka akses konsumen terhadap produk-produk sehari-hari itu enggak bisa didapatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan jaringan ritel juga membantu kelancaran distribusi barang hingga ke konsumen. Ketersediaan produk dan distribusi yang efisien, menurut Farhan, turut mendukung pengendalian inflasi daerah.
Farhan menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada Januari hingga Juni 2026 tercatat 5,78 persen. Ia juga menyebut kontribusi produk yang dipasarkan melalui sektor ritel mencapai 26,1 persen.
Farhan menilai penguatan ritel perlu berjalan beriringan dengan pengembangan produk lokal, termasuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah serta industri kuliner. Ia mengatakan keberlanjutan rantai pasok, ketersediaan bahan baku, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga perlu menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha.
Ia menyebut penguatan ekosistem ritel ditujukan untuk mendorong hubungan yang saling mendukung antara jaringan perdagangan, produsen, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.