
Rocky Wilar Mendaftar Bakal Calon Rektor Unsrat
15 menit yang lalu
Patroli dilakukan selama penutupan pukul 00.00-04.00 WIB tanpa pos pantau khusus.
Terbit · 1 min read

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan mengerahkan petugas gabungan untuk berpatroli selama Jalan Layang Non-Tol Antasari ditutup. Menurut laporan ANTARA, penutupan berlangsung pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernad Octavianus Pasaribu menyampaikan keterangan itu kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Tanggal tersebut merupakan tanggal terbit laporan ANTARA; sumber tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan penutupan.
Bernad mengatakan petugas gabungan akan berpatroli untuk memantau wilayah, termasuk portal penutupan JLNT Antasari. Pengawasan dilakukan dengan patroli keliling, bukan melalui pos pantau khusus.
Penutupan dan pembukaan kembali jalan layang dilakukan petugas piket Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan. Unit Lalu Lintas Kebayoran Baru bertugas di sisi utara, sedangkan Unit Lalu Lintas Cilandak berada di sisi selatan.
Bernad menjelaskan pos pantau khusus tidak disediakan karena keterbatasan lahan di sekitar lokasi. ANTARA melaporkan bahwa warga sebelumnya meminta adanya pos pantau dan petugas yang bersiaga selama penutupan.
Sebelumnya, rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup JLNT Antasari setiap akhir pekan mendapat dukungan warga. Kebijakan itu dinilai dapat mencegah balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Namun, warga mengingatkan agar pengawasan langsung tetap dilakukan dan penutupan tidak hanya mengandalkan portal. Bernad juga mengimbau masyarakat mematuhi penutupan pukul 00.00 hingga 04.00 WIB demi ketertiban dan keselamatan lalu lintas di JLNT maupun jalan di bawahnya.