
Tito Nilai Interoperabilitas Data Dukung Pembangunan
12 menit yang lalu
Pertemuan membahas pengawasan proyek, pasokan energi, target kapasitas listrik, dan upaya menekan pemadaman.
Terbit · 1 min read

PT PLN (Persero) dan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) membahas evaluasi kinerja operasional, pengawasan proyek, serta keandalan pasokan listrik nasional. Menurut laporan CNBC Indonesia, pertemuan itu juga mencakup distribusi bahan baku pembangkit, mekanisme sistem, tenaga kerja, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan PLN dan kementerian atau lembaga lain untuk menjaga keandalan listrik.
Aris mengatakan pembahasan mencakup upaya meningkatkan kinerja PLN, termasuk distribusi bahan baku, sistem operasional, sumber daya manusia, dan pelayanan. Ia menyebut tujuan pembahasan adalah agar pasokan listrik bagi masyarakat tidak terganggu.
Bappisus mendorong PLN menekan gangguan pemadaman hingga mencapai target nol pemadaman. Menurut laporan yang sama, pertemuan juga membahas rencana peningkatan kapasitas listrik dari 71 gigawatt menjadi 81 gigawatt dalam 10 tahun serta pengkajian potensi pembangkit listrik tenaga nuklir.
Aris mengatakan Bappisus mengawal perencanaan, pelaksanaan program, dan pengelolaan anggaran pemerintah untuk mencegah kebocoran. Dalam pengawasan, lembaga itu melibatkan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, Kepolisian, KPK, serta Ombudsman.
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengatakan perusahaan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan pasokan energi primer, termasuk batu bara dan LNG, mencukupi kebutuhan nasional. Ia menyebut tantangan pasokan menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan.
PLN juga mengawal program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt puncak yang ditargetkan pemerintah. Suroso mengatakan program itu diharapkan menjaga keberlanjutan pasokan dan menekan biaya produksi listrik dalam jangka panjang.