
MA Batalkan Aturan Usia Pensiun hingga 65 Tahun
13 menit yang lalu
PTBA menyatakan perlindungan kawasan bersejarah dan aktivitas warga menjadi pertimbangan dalam rencana reaktivasi tambang Ombilin.
Terbit · 1 min read

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan akan menjaga kawasan warisan budaya dan fasilitas publik dalam rencana reaktivasi tambang Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Menurut laporan ANTARA, General Manager PTBA Ombilin Mining Site Yulfaizon menyampaikan komitmen itu di Sawahlunto.
Yulfaizon mengatakan perusahaan mempelajari langkah untuk melindungi kawasan kota tua dan fasilitas publik dari risiko kegiatan tambang. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (3/11/2026).
Perusahaan mempertimbangkan keberadaan kawasan warisan dunia dan ruang aktivitas masyarakat dalam menyusun rencana reaktivasi. Penentuan wilayah operasional, menurut Yulfaizon, memperhatikan pelestarian kawasan dan kebutuhan warga.
Kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2019. Status tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana pengembangan kembali kegiatan pertambangan di Sawahlunto.
PTBA juga menyatakan fasilitas publik dan ruang aktivitas warga menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah operasi. Perusahaan menyebut upaya menjaga akses masyarakat dan penggunaan fasilitas umum.
Dalam persiapan reaktivasi, PTBA mengkaji jarak antara rencana wilayah operasi tambang di Langkok dan permukiman warga sebagai bagian dari penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal).
Kajian itu berkaitan dengan identifikasi potensi dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar lokasi rencana operasi. Laporan ANTARA tidak merinci hasil kajian maupun jadwal reaktivasi.