
Bulahari Hadiri Rakornas TPAKD 2026
21 menit yang lalu
Rapat di Manado mengevaluasi 47 rumah sakit jejaring dan membahas pemerataan layanan kanker.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, menekankan kolaborasi lintas rumah sakit dan pemerintah daerah untuk memperluas pemerataan layanan kanker, terutama di Indonesia Timur. Menurut laporan Manado Post, ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pengampuan Layanan Kanker Regional Provinsi Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.
Rapat tersebut digelar di Manado pada 22–24 Oktober 2026. Pertemuan itu mengevaluasi perkembangan jejaring layanan kanker di empat provinsi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Starry menyebut transformasi layanan rujukan menuntut pemerataan layanan kesehatan prioritas yang dapat diakses masyarakat. Layanan tersebut mencakup penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Sebagai rumah sakit pengampu regional, RSUP Kandou membina rumah sakit di Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua. Starry menyatakan pengampuan merupakan komitmen untuk meningkatkan mutu dan pemerataan layanan, bukan sekadar penugasan administratif.
Ia menyebut wilayah kepulauan menghadapi kendala jarak dan transportasi, keterbatasan dokter spesialis, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan. Upaya pengampuan dilakukan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kunjungan, dan penguatan sistem rujukan berjenjang.
Menurut data yang disampaikan dalam sambutan, jejaring layanan kanker terdiri atas 47 rumah sakit: 17 di Sulawesi Utara, tujuh di Gorontalo, 12 di Maluku, dan 11 di Maluku Utara. Secara keseluruhan, jejaring pengampuan RSUP Kandou mencakup lebih dari 80 rumah sakit di sejumlah provinsi.
Starry mengapresiasi rumah sakit jejaring dan dinas kesehatan provinsi yang berupaya meningkatkan kapasitas layanan. Sejumlah rumah sakit mulai menjalankan layanan kemoterapi di daerah masing-masing, tetapi sebagian belum mencapai target pemenuhan tenaga kesehatan dan alat kesehatan.
Ia berharap rapat koordinasi memperkuat skrining, deteksi dini, tata laksana, serta pencatatan dan pelaporan kasus kanker. Starry menegaskan keberhasilan program membutuhkan kerja sama Kementerian Kesehatan, rumah sakit pengampu nasional dan regional, dinas kesehatan, serta rumah sakit jejaring.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.