
Petani Alpukat Sumberejo Perluas Pemasaran
17 menit yang lalu
Korban ketiga kecelakaan helikopter saat misi pemadaman karhutla meninggal dunia setelah dievakuasi.
Terbit · 1 min read

ANTARA melaporkan, satu awak helikopter Super Puma H-225 registrasi VH-HGM meninggal setelah helikopter itu mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kecelakaan terjadi Minggu (8/11/2026). Kepala Basarnas Banjarmasin sekaligus Koordinator Misi SAR, I Putu Sudayana, mengatakan korban ketiga berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada pukul 18.08 waktu setempat. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian, tepatnya kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan.
Korban bernama Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai kru sekaligus navigator. Sudayana mengatakan jenazah dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebelum direncanakan dibawa ke rumah sakit di Banjarmasin untuk penanganan medis lanjutan.
“Ya benar korban ketiga meninggal, jenazah sementara dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, selanjutnya akan dievakuasi menuju rumah sakit di Banjarmasin untuk penanganan medis lanjutan,” ujar Sudayana, seperti dikutip ANTARA.
Dua awak lainnya, pilot Hugh Pagi dan kopilot sekaligus teknisi Mick Betteridge, selamat. Keduanya merupakan warga negara Selandia Baru dan telah lebih dahulu dievakuasi dari lokasi kecelakaan.
Dengan ditemukannya korban ketiga, ketiga awak helikopter telah dievakuasi. Penyebab kecelakaan masih diselidiki pihak berwenang, menurut laporan yang sama.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, TNI, Polda Kalimantan Selatan, Polres Barito Kuala, BPBD, pemerintah daerah, serta potensi SAR dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kapuas.
Sudayana mengapresiasi kerja sama dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi hingga semua awak helikopter berhasil dievakuasi.